POJOKSATU.id – Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar seminar bertema kerja sama pendidikan, sosial, budaya, hingga peluang studi dan bekerja di Jerman.
Acara yang digelar pada Rabu, 26 November 2025 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus untuk menjawab kompetisi global di tingkat ASEAN.
Kepala KUI UPNVJ Bambang Susanto membuka acara yang turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Jerman. Ia menegaskan bahwa UPNVJ berkomitmen mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan dunia kerja.
Menurut Bambang, Jerman menjadi model pendidikan ideal, apalagi UPNVJ telah mendirikan German Corner sejak November 2022 dan meneken Memorandum of Understanding dengan beberapa universitas ternama di Jerman.
Dalam paparannya, Bambang menjelaskan bahwa kompetisi kini meluas hingga wilayah ASEAN. Karena itu, pihak kampus memberikan fasilitas dan jejaring seluas mungkin kepada mahasiswa melalui kolaborasi dengan alumni Jerman.
Apresiasi dari Kedutaan Besar Jerman
Seminar ini juga dihadiri Head of Science and Technology Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, Annisa Fitria. Ia mengapresiasi langkah UPNVJ dan menegaskan bahwa kebutuhan tenaga ahli di Jerman terus meningkat.
“Jerman menawarkan pendidikan berkualitas dan pengalaman budaya kaya, meski bukan negara berbahasa Inggris,” ujarnya.
Baca Juga: Korban Meninggal Banjir Sumatera Hingga Senin Sore Mencapai 604 Jiwa, Belum Ditemukan 464 orang
Tiga narasumber ahli turut hadir, yaitu Dr. Sari Panjaitan dari Ikatan Ahli Sarjana Indonesia Jerman (IASI), Samuel Siahaan selaku Ketua Divisi Pendidikan Alumni Jerman Indonesia (Aljerin), serta Dipl.-Ing. Anis Daud dari Aljerin.
Mereka mengulas persyaratan studi, jalur beasiswa, adaptasi budaya, hingga peluang karier pascalulus. Sesi berlangsung interaktif lewat diskusi mengenai jalur pendidikan tinggi dan kesempatan kerja di Jerman.
Kegiatan ini menjadi agenda strategis KUI untuk memperluas jejaring global serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi internasional.
Baca Juga: DPR Salurkan 15 Ton Bantuan Logistik untuk Banjir Sumatera, Ahmad Sahroni Ikut Dukung Penanganan
Lima Jalur Resmi untuk Berkarier di Jerman
Nah, selain membahas dunia kampus Jerman, seminar ini juga menyoroti lima program yang bisa menjadi pintu masuk warga Indonesia untuk bekerja atau mengembangkan karier di Jerman.
1. Ausbildung (Program Vokasi Jerman)
Ausbildung adalah pelatihan vokasi yang menggabungkan teori dan praktik langsung di perusahaan.
Peserta bisa bekerja sambil belajar dan menerima penghasilan bulanan.
Dilansir dari GoAusbildung.com, gaji Ausbildung berkisar €900–€1.300 per bulan atau sekitar Rp17–25 juta.
2. Chancenkarte (Visa Pencari Kerja Jerman)
Chancenkarte atau Opportunity Card adalah visa baru untuk warga non-Uni Eropa yang ingin mencari pekerjaan atau pelatihan di Jerman hingga satu tahun.
Program ini menjadi jalur populer bagi mereka yang ingin memulai karier di negara tersebut.
3. Aupair (Pertukaran Budaya dan Kerja Keluarga Host)
Lewat program Aupair, peserta tinggal bersama host family sambil membantu kegiatan rumah tangga dan menjaga anak.
Berdasarkan data International Aupair Association, peserta memperoleh uang saku €280–€350 per bulan (sekitar Rp5–6 juta), termasuk akomodasi dan makan gratis.
4. Soziales Jahr (FSJ)
FSJ adalah program kerja sosial sukarela di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga lingkungan.
Menurut laman Life-in-Germany.de, peserta mendapatkan uang saku €300–€400 per bulan, beserta fasilitas makan dan akomodasi.
5. Bundesfreiwilligendienst (BFD)
BFD atau Federal Volunteer Service merupakan program kerja sosial untuk usia dewasa, termasuk mereka di atas 27 tahun. Peserta terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di berbagai lembaga publik.
Baca Juga: Yuk Catat! Daftar Lengkap Hari Libur Nasional Indonesia Tahun 2026
Di tengah arus globalisasi, peluang studi dan kerja ke luar negeri seperti ini makin penting buat disimak mahasiswa.
Siapa tahu, satu dari lima jalur ke Jerman ini justru jadi pintu awal kariermu di kancah internasional. Terus gali informasi dan jangan ragu melangkah jauh, ya! ***




