POJOKSATU.ID — Aktivasi massal rekening bank bagi penerima bantuan sosial (bansos) 2025 kembali menuai keluhan dari warga di berbagai daerah.

Proses yang seharusnya mempercepat pencairan bantuan justru menjadi hambatan baru karena antrean panjang yang mencapai 3 hingga 4 jam, bahkan di beberapa lokasi lebih lama.

Kondisi ini terjadi seiring migrasi besar-besaran penerima bansos dari penyaluran via kantor pos menuju sistem perbankan.

Sejak awal tahun, pemerintah mendorong sinkronisasi data bansos dengan sistem rekening perbankan untuk meminimalkan penyaluran tunai dan mencegah kesalahan distribusi.

Baca Juga: Pemkab Bogor dan DPRD Sepakati Tiga Raperda Strategis, Perkuat Layanan Publik hingga Perlindungan Disabilitas

Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala teknis dan administratif.

Penyebab Waktu Tunggu Aktivasi Bisa Mencapai 3–4 Jam

1. Aktivasi Massal Dilakukan Serentak

Di banyak wilayah, undangan aktivasi rekening diberikan kepada ratusan warga dalam satu hari dan satu lokasi.

Akibatnya, antrian membludak dan proses layanan menjadi lambat.

2. Keterbatasan Petugas Booth Layanan Bank

Jumlah petugas bank di titik layanan kerap tidak sebanding dengan jumlah warga yang hadir.

Baca Juga: Bahaya Double Account, Kenapa Rekening Ganda bagi Penerima Bansos 2025 Bisa Berisiko

Proses aktivasi yang memerlukan verifikasi biometrik, tanda tangan digital, dan pengecekan data membuat setiap warga membutuhkan waktu cukup panjang.

 

3. Pencocokan Data Manual Karena Ketidaksesuaian Dokumen

Banyak warga mengalami perbedaan data antara NIK, KK, KTP, dan data bansos.

Hal ini menyebabkan petugas harus melakukan verifikasi manual yang memakan waktu lebih lama.

4. Migrasi Massal dari Penerima Lama ke Rekening Baru

Penerima bansos yang sebelumnya menerima bantuan via pos kini beralih ke rekening bank Himbara atau KKS Merah Putih.

Peralihan ini membutuhkan proses administrasi baru dari nol.

Baca Juga: Kemensos Coret 1,9 Juta Nama, Begini Kronologi Hapus Penerima Bansos Karena Data Ganda 2025

Dampak Langsung ke Penerima Bansos

Kelelahan dan Ketidaknyamanan Warga

Waktu tunggu panjang membuat banyak warga lanjut usia, pekerja harian, dan ibu rumah tangga harus menunggu sambil berdiri berjam-jam.

Potensi Gangguan Terhadap Pekerjaan Harian

Banyak dari mereka yang harus meninggalkan pekerjaan sehari-hari, sehingga kehilangan pendapatan harian.

Khawatir Gagal Aktivasi

Jika warga pulang sebelum dipanggil, mereka berisiko gagal mengaktifkan rekening dan tertunda menerima bansos. Penerima bansos berharap:

Penjadwalan lebih teratur, dengan sistem antre berbasis jam kedatangan.

Baca Juga: Jaro Ade Ajak Santri Ummul Quro Perkuat Komitmen P4GN, Tegaskan Peran Santri untuk Indonesia Emas 2045

Penambahan petugas bank, terutama di wilayah dengan penerima bansos besar.

Lokasi layanan diperluas, tidak hanya terkonsentrasi di satu titik.

Pemberitahuan lebih awal, sehingga warga bisa menyesuaikan waktu.

Organisasi masyarakat juga meminta pemerintah dan pihak bank melakukan evaluasi agar proses aktivasi tidak menjadi beban tambahan bagi kelompok rentan.***