POJOKSATU.id - Wacana perubahan nama mata pelajaran Bahasa Indonesia menyeruak. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengusulkan agar nama pelajaran tersebut diganti menjadi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Tujuannya sederhana namun penting: memastikan bahwa unsur sastra benar-benar diajarkan kepada para murid.
Mu’ti bilang, selama ini penerapan aspek sastra di sekolah kadang belum optimal.
“Kalau sekarang kan hanya menjadi . Untuk memastikan bahwa sastra diajarkan, mungkin bisa diusulkan namanya nanti pelajaran ,” kata Mu’ti di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan, hal ini bisa jadi langkah awal untuk mempertegas posisi sastra dalam pembelajaran.
Baca Juga: Menag Nyatakan Dukungan Indonesia, 3.000 Anak Palestina Putus Sekolah Siap Ditampung di Pesantren
“Mungkin bisa begitu, untuk memastikan bahwa sastra termasuk di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia,” imbuhnya.
Wacana Masuk Revisi UU Sisdiknas
Meski begitu, Mu’ti menjelaskan kalau usulan ini masih tahap awal dan belum dibahas secara detail di Kemendikdasmen.
Namun, ia mengakui bahwa perubahan semacam ini sangat mungkin dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
“Mungkin, mungkin ya, saya juga belum membahas secara detail di internal. Tapi tadi saya sempat bicara singkat dengan Pak Wakil Menteri, yang kami tugasi untuk menyiapkan rancangan perubahan Undang-Undang Sisdiknas, mungkin nanti namanya diubah,” ujar Mu’ti.
Baca Juga: Banjir Besar Landa Sumbar–Aceh, Pembelajaran Dialihkan ke Daring, Perpanjangan Diserahkan ke Sekolah
Kajian Bahasa Asing Pilihan
Tak hanya soal bahasa nasional, Kemendikdasmen juga sedang mengkaji pelajaran bahasa asing tambahan di luar Bahasa Inggris.
Ada banyak opsi yang sudah masuk radar, seperti Bahasa Arab, Perancis, Mandarin, Jepang, Korea, hingga Portugis.
“Kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya Bahasa Portugis.
Karena bahasa asing itu kan banyak ya. Sekarang ini kan bahasa asing itu yang sudah wajib adalah Bahasa Inggris, dan mulai tahun 2027 itu kita mulai mengajarkan Bahasa Inggris kelas 3 SD. Tahun 2026 guru Bahasa Inggrisnya kita latih,” jelas Mu’ti.
Wah, kalau semua ini berjalan, anak-anak sekolah nanti bakal punya lebih banyak pilihan buat memperluas wawasan bahasa mereka, ya.***




