POJOKSATU.id - Momentum akhir tahun yang seharusnya menjadi waktu cairnya Tunjangan Profesi Guru menjadi fase paling membingungkan bagi banyak guru.

Hingga penghujung November 2025, ribuan guru ASN melaporkan bahwa TPG TW 3 belum cair, bahkan ada yang tertahan berbulan-bulan.

Di saat bersamaan, sebagian guru mulai menerima TPG TW 4, tetapi hanya dua bulan, yaitu Oktober dan November, bukan tiga bulan penuh.

Baca Juga: BLT Kesra 2026, Ambang Keputusan Pemerintah Masih Evaluasi Anggaran dan Data

Kombinasi dua masalah ini membuat guru semakin cemas dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada sistem pencairan tunjangan tahun ini.

TW 3 Belum Cair karena Tertahan Validasi SKTP dan Kode-Kode Penting

Banyak guru masih terjebak di status TW 3 karena SKTP belum terbit atau masih tersangkut di kode validasi seperti 02, 07, atau 16.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Koordinasi Lintas Sektor, Dorong Kelancaran Distribusi Manggarai: Stok Terminal BBM Reo Aman

Kode 02 berarti identitas belum valid atau data tidak sinkron.

Kode 07 berarti daerah belum mengirimkan data ke pusat.

Kode 16 berarti menunggu validasi pusat.

Baca Juga: BLT Kesra Diintegrasikan dengan PKH dan BPNT, Tapi Bukan Bantuan yang Sama, Ini Bedanya

Selama kode ini belum berubah menjadi valid, SKTP tidak dapat diproses sehingga TW 3 otomatis tertunda.

Masalah SKTP TW 3 menumpuk sejak Agustus hingga September dan terbawa hingga akhir November.

TW 4 Cair Lebih Dulu Karena Tidak Perlu SKTP Baru

Kebingungan guru semakin besar ketika TW 4 cair lebih dulu meski TW 3 masih kosong.

Ini terjadi karena TW 4 tidak memerlukan SKTP baru dan menggunakan mekanisme pencairan langsung dari pusat berdasarkan validasi Info GTK.

Sistem ini memungkinkan TW 4 diproses cepat terutama bagi guru yang datanya sudah valid sejak awal Oktober.

Karena TW 4 tidak tergantung SKTP, pusat bisa mengirimkan dana tanpa menunggu TW 3 selesai.

TW 4 Banyak Cair 2 Bulan karena Validasi Desember Belum Selesai

TPG TW 4 seharusnya mencakup Oktober, November, dan Desember.

Baca Juga: Santri Selamat, Asrama Hilang! Longsor Sungai Batee Iliek Hantam Gedung Pesantren

Namun banyak daerah hanya mencairkan dua bulan pada batch pertama karena validasi Desember belum hijau.

Pada akhir tahun, perubahan rombel, penyesuaian jadwal, dan update Dapodik sering menunda validasi.

Pusat tidak dapat mencairkan bulan Desember jika data masih kuning atau merah di Info GTK.

Baca Juga: Polisi Temukan Petunjuk Baru, Ada Sidik Jari Orang Lain di Lakban Lilitan Wajah Arya Daru

Akibatnya guru hanya menerima dua bulan terlebih dahulu, sementara bulan ketiga akan menyusul pada batch berikutnya atau rekonsiliasi Desember.

Mengapa TW 3 Tidak Menyusul Bersamaan dengan TW 4?

Pertanyaan ini sering muncul di grup guru.

TW 3 dan TW 4 memakai mekanisme pencairan yang berbeda.

TW 3 membutuhkan SKTP dan melewati validasi panjang.

TW 4 tidak butuh SKTP dan hanya memerlukan data valid Info GTK.

Selama SKTP TW 3 belum terbit, pusat tidak bisa mencairkannya.

Itulah mengapa TW 4 bisa cair duluan, tetapi TW 3 tetap tertahan.

TW 3 dan Sisa TW 4 Akan Dibayarkan Melalui Batch Akhir Desember

Meski dua triwulan ini bermasalah, pemerintah memastikan bahwa tidak ada TPG yang hangus.

Bagi guru yang validasinya terlambat, pusat menyediakan jalur pencairan melalui batch susulan dari awal hingga pertengahan Desember.

Baca Juga: 50 Contoh Soal SAS-UAS SMP Kelas 7, BAHASA INGGRIS Lengkap Jawaban dan Pembahasan, Semester 1 Tahun Ajaran 2025 2026, Kurikulum Merdeka

Ada juga rekonsiliasi akhir tahun menjelang 31 Desember.

Semua guru yang memenuhi syarat dan datanya valid akan tetap menerima TW 3 dan sisa TW 4.

Guru hanya perlu memastikan Info GTK sudah hijau dan Dapodik tersinkron.

Dua Masalah, Dua Mekanisme, dan Guru Harus Tetap Tenang

Situasi TPG akhir tahun membuat banyak guru merasa cemas.

TW 3 yang tertahan lama dan TW 4 yang hanya cair dua bulan menciptakan kebingungan yang wajar.

Namun kedua masalah ini memiliki mekanisme penyelesaian berbeda.

Selama guru memastikan datanya benar dan valid, hak TPG tetap akan dibayarkan.

Tantangannya berada pada kecepatan validasi daerah dan kesiapan data sekolah.

Guru perlu aktif memantau Info GTK, bekerja sama dengan operator, dan mengikuti update resmi.***