POJOKSATU.ID – Peringatan HGN 2025 di SMAN 1 Manokwari menghadirkan pesan kuat tentang pemerataan pendidikan di wilayah timur Indonesia.

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa perhatian terhadap guru di daerah pelosok bukan sekadar seremoni.

Tetapi komitmen nyata pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan yang merata.

Baca Juga: Gubernur Papua Minta Maaf Usai Ibu dan Bayi Meninggal Karena Ditolak RS, Kami Harus Benar-benar Benahi Pelayanan

Upacara yang berlangsung pada Selasa, 25 November 2025 itu disambut hangat oleh ratusan siswa dan guru yang tampil dalam balutan pakaian adat dan tarian khas Papua.

Kehadiran Wamen Fajar bersama Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menjadi simbol dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan dan tantangan pendidikan di timur.

Dalam pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, Wamen Fajar menegaskan bahwa guru memegang peran sentral dalam masa depan bangsa.

Baca Juga: Hebat! Mengajar Tanpa Latar Belakang SLB, Aceng Buktikan Dedikasi Tak Kenal Batas

Ia menyebut guru sebagai “motor perubahan” dan penjaga peradaban yang membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia.

“Pemerintah ingin memastikan guru di seluruh pelosok negeri mendapatkan perhatian yang sama,” ujar Fajar.

Ia mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan membina siswa dengan penuh kasih, terlebih menghadapi kesehatan mental remaja yang semakin kompleks.

Baca Juga: Kado Hari Guru Nasional 2025! 2.471 Formasi PPPK Resmi Dibuka untuk Guru Non-ASN di Kota Tangerang

Kepala SMAN 1 Manokwari, Lucinda Patricia Mandobar, menyampaikan kebanggaannya karena sekolahnya menjadi tuan rumah kegiatan nasional ini.

Baginya, kehadiran Wamendikdasmen menjadi penyemangat besar bagi para pendidik di daerah.

“Ini memotivasi kami untuk bekerja lebih baik demi mencerdaskan anak-anak bangsa,” ungkapnya.

Semangat juga datang dari siswa, ketua OSIS, Robert Imanuel, mengaku bahwa ia dan teman-teman berlatih hingga sore untuk menyambut tamu kehormatan ini.

Ia menilai HGN adalah momentum penting bagi siswa untuk menghargai jasa para guru.

Baca Juga: Momentum Hari Guru Nasional 2025, Pemkot Tangerang Beri Insentif Guru Tembus 1,3 Juta

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kami bersyukur memiliki mereka,” ujar Robert.

Plt. Kadisdik Kab. Manokwari, Pardjyanti, menambahkan, perhatian pemerintah pusat lewat kehadiran Wamen menguatkan optimisme pendidikan di Papua Barat.

Ia mengajak seluruh guru untuk tetap konsisten mengabdi dan meningkatkan kualitas pembelajaran demi lahirnya generasi emas.

Baca Juga: Fortuner Tabrak Truk yang Tengah Terparkir di Bahu Jalan, Akibatnya Seorang Pengendara Tewas

Di sisi kebijakan, Kemendikdasmen telah merilis berbagai program untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Tahun 2025, pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 12.500 guru yang belum memiliki pendidikan D4/S1.

Beasiswa tersebut disalurkan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Baca Juga: Di Balik Keuntungan PPPK Paruh Waktu, Ini Tantangan dan Kunci Sukses Bagi Honorer yang Diangkat

Berbagai pelatihan juga disediakan, meliputi Pendidikan Profesi Guru (PPG), bimbingan konseling, pembelajaran mendalam, coding, hingga kecerdasan artifisial.

Guru honorer juga mendapatkan insentif sebesar Rp300 ribu per bulan yang dikirim langsung ke rekening masing-masing.

Selain itu, Kemendikdasmen menjalin nota kesepahaman dengan Kepolisian RI terkait penyelesaian damai bagi guru yang tersangkut kasus hukum.

Hal itu dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap profesi pendidik.

“Tahun depan akan lebih banyak program peningkatan kualitas guru,” tutup Wamen Fajar.***