POJOKSATU.ID – Isu peralihan dari KKS lama ke KKS baru kembali mencuat di tengah penyaluran bansos reguler 2025.

Bagi banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM), perubahan ini menimbulkan kebingungan sekaligus harapan apakah saldo akan tetap lancar?

Apakah penerima lama dan baru mendapat perlakuan yang sama?

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) adalah media pencairan program bantuan sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).

Baca Juga: Bocoran Tes Profiling ASN 2025 Capai Ratusan Soal, Materi Kognitif hingga Tripatha Karier, Penting Wajib Dipelajari ASN

Seiring transformasi penyaluran, pemerintah memperkenalkan KKS baru untuk menggantikan penyaluran lewat PT Pos. 

Peralihan ini ditujukan agar bansos dicairkan melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN), bukan kurir pos, sehingga proses menjadi lebih cepat dan transparan. 

Namun, tidak semua pemegang KKS lama wajib mengganti kartunya.

Menurut penjelasan publik, pergantian hanya berlaku bagi KPM yang sebelumnya menerima bansos melalui Pos.

Baca Juga: Pra Registrasi Internet Rakyat 2025 Dibuka, Akses 5G Unlimited Mulai dari Rp 29 Ribu!

KPM dengan KKS lama: Mereka tetap bisa menggunakan kartu lama jika data mereka masih aktif dan terverifikasi. 

KPM baru / peralihan Pos → Bank: Mereka mendapatkan KKS baru yang langsung terkoneksi dengan rekening bank Himbara. 

Ada juga laporan tentang KPM penerima dua bantuan sekaligus melalui KKS lama dan baru.

Misalnya, sejumlah KPM PKH/BPNT menerima BLTS Kesra senilai Rp 900.000 lewat KKS lama dan sekaligus menerima bantuan penebalan lewat KKS baru.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Guru Agama Terkait dengan Pencairan TPG 100 Persen dalam THR 2025!

Pencairan tahap 4 bansos PKH dan BPNT menunjukkan perbedaan nasib antara pemegang KKS lama dan KKS baru. 

Beberapa KPM melaporkan KKS baru mereka lebih cepat di-top-up oleh bank dari pada KKS lama. 

Sementara itu, KPM dengan KKS lama mungkin menghadapi keterlambatan jika kartu lama sudah mendekati masa kadaluarsa atau chip-nya bermasalah.

 

Manfaat:

Efisiensi Penyaluran: Dengan kartu baru yang terhubung ke bank, pencairan bisa lebih cepat dan aman. 

Akses Digital: KKS baru memperkuat integrasi dengan sistem perbankan dan peruntukan bantuan sosial digital. 

Tantangan:

Kebingungan KPM: Banyak keluarga penerima manfaat belum jelas apakah harus mengganti KKS atau tidak. 

Validitas Kartu Lama: Belum semua kartu lama aktif atau layak pakai jika sudah melewati masa berlaku tertentu. 

Baca Juga: Viral! Sosok Anak Macan Tergeletak Kaku Usai Erupsi Semeru, Netizen Syok Lihat Kondisinya

Logistik Peralihan: Proses aktivasi KKS baru di beberapa wilayah bisa lambat, terutama di daerah dengan akses rendah ke bank.

Apa yang Harus Dilakukan oleh Penerima Bansos?

1. Cek Status Anda di SIKS NG

Gunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) untuk memverifikasi status bansos dan kartu.

2. Pantau Saldo Secara Rutin

Cek saldo KKS di ATM bank Himbara untuk memastikan top-up bansos masuk.

3. Komunikasi dengan Pendamping Sosial

Jika mengalami masalah, segera lapor pendamping bansos agar bisa dibantu transfer data atau penggantian kartu.

Baca Juga: Siap-Siap Liburan! Pemerintah Beri Diskon Transportasi untuk 3,59 Juta Penumpang Selama Nataru

4. Sabar dan Ikuti Instruksi Resmi

Karena transisi sedang berjalan, penerima KKS baru disarankan menunggu aktivasi resmi sebelum melakukan banyak transaksi.***