POJOKSATU.id – Peserta PPG Daljab Batch IV 2025 yang mulai masuk ke Pembelajaran Mandiri PPG Daljab 2025, Modul 1 Profesional biasanya jadi titik awal yang paling menentukan.
Nah, modul ini bukan cuma deretan teori kaku, tapi rangkaian materi inti yang benar-benar menggambarkan kompetensi seorang guru Qur’an Hadis yang profesional dan kontekstual.
Pembelajaran mandiri Modul 1 Profesional PPG Daljab Batch IV tahun 2025 berlangsung mulai 24 November hingga 3 Desember 2025 via Learning Management System (LMS).
Dengan demikian, para peserta diperkirakan mulai masuk ke Tugas Akhir Modul (TAM) pada 2–3 Desember 2025 atau hari ke-9 hingga 10.
Biasanya tersedia 3 kali kesempatan dengan nilai minimal 75 untuk lulus. Wah, cukup menantang ya, tapi masih sangat mungkin kalau paham materinya.
Untuk Mapel Qur’an Hadis, Modul 1 Profesional ini disusun berdasarkan struktur resmi Pembelajaran Mandiri PPG Daljab PAI - Qurdis.
Rangkuman berikut dibuat ringkas, padat, tapi tetap fokus pada kompetensi pedagogik dan profesional guru Qur’an Hadis.
Topik 1 – Konsep Dasar Ulum al-Qur’an
Topik pertama ini menjadi fondasi penting.
Di sini peserta diminta benar-benar memahami apa itu Ulum al-Qur’an, ruang lingkupnya, serta bagaimana Al-Qur’an turun, dikumpulkan, dan dibaca secara ilmiah.
Pokok yang dibahas mencakup pengertian Ulum al-Qur’an, perbedaan Inzal–Tanzil, fase Makkiyah–Madaniyah, kodifikasi mushaf pada masa Nabi hingga Utsman, qira’at, ragam bacaan, Asbabun Nuzul, serta konsep Nasikh–Mansukh.
Semua bagian ini membantu guru menafsirkan ayat secara tepat dan kontekstual. Cocok banget untuk memperkuat pemahaman sebelum masuk ke tafsir.
Topik 2 – Konsep Dasar Ulum al-Hadis
Nah, di sesi ini guru Qur’an Hadis diajak memahami dasar-dasar ilmu hadis.
Materinya meliputi pengertian hadis, sunnah, khabar, dan atsar, struktur hadis (sanad–matan), hingga klasifikasi hadis seperti sahih, hasan, dan dha’if.
Ilmu Rijalul Hadis dan Jarh wa Ta’dil juga masuk sebagai bekal menilai kredibilitas perawi.
Peserta diperkenalkan metode penghimpunan hadis dan kaedah memahami hadis secara dirayah.
Guru dituntut tidak sekadar mengutip, tapi memastikan validitas hadis sebelum diajarkan. Penting banget, kan?
Topik 3 – Analisis Keotentikan Hadis
Ini topik teknis yang sering jadi penentu saat TAM.
Peserta belajar metode kritik sanad dan matan, termasuk cara mengetahui apakah sanad bersambung, apakah perawinya kredibel, serta apakah isi hadis sesuai Al-Qur’an, akal, dan fakta sejarah.
Ada pula pembahasan mengenai hadis maudhu’ (palsu), ciri-cirinya, dan cara menelitinya.
Di era digital, peserta juga dibekali penggunaan literatur hadis modern, termasuk aplikasi digital dan pustaka online.
Guru diarahkan menggunakan pendekatan ilmiah, bukan sekadar menerima teks.
Topik 4 – Kajian Tafsir al-Qur’an
Masuk ke inti pengajaran Qur’an, peserta dibimbing memahami pengertian tafsir, perbedaan tafsir dan takwil, serta metode tafsir seperti tahlili, ijmali, muqaran, dan maudhu’i.
Corak tafsir, mulai adabi-ijtima’i hingga fiqhi dan sufi, ikut dibahas.
Ada pula prinsip-prinsip dasar menafsirkan ayat, penggunaan hadis sahih, dan konteks sosial ayat.
Guru juga dikenalkan studi tematik (maudhu’i) seperti ayat tentang akhlak, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Ini bekal kuat untuk menjelaskan makna ayat secara relevan dengan zaman sekarang.
Topik 5 – Konsep Tawassuth, Tawazun, dan Tasamuh dalam Qur’an Hadis
Topik ini jadi ruh penting dalam pendidikan PAI. Peserta memahami konsep tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleransi).
Semuanya punya landasan kuat dalam ayat dan hadis.
Implementasinya di pembelajaran Qur’an Hadis dibahas supaya guru bisa menanamkan nilai inklusif, adil, dan tidak berlebihan pada peserta didik.
Dengan topik ini, guru didorong membangun suasana belajar yang dewasa dan beradab.
Topik 6 – Makna Filosofis Materi al-Qur’an Hadis
Topik ini mengajak peserta menyelami hikmah mendalam dari ajaran Al-Qur’an dan hadis.
Termasuk falsafah akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah, ditambah maqashid syariah sebagai tujuan pensyariatan.
Guru diajak memahami relevansi nilai Al-Qur’an dan Hadis dengan realitas kontemporer—misalnya etika digital, pergaulan remaja, isu lingkungan, hingga harmoni sosial.
Pendekatan pembelajaran berbasis nilai juga dibahas agar ayat dan hadis tidak berhenti sebagai teks.
Topik 7 – Pendidikan Karakter dalam Qur’an dan Hadis
Materi ini menggarisbawahi peran Qur’an dan Hadis dalam membentuk karakter mulia peserta didik.
Nilai seperti jujur, amanah, disiplin, empati, dan hormat kepada orang tua menjadi inti pembahasan.
Ditekankan pula metode Rasulullah dalam pendidikan karakter, termasuk keteladanan (uswah), pembiasaan, serta integrasi karakter dalam pembelajaran Qur’an Hadis.
Guru bahkan diajak melihat studi kasus penguatan karakter di era digital.
Topik 8 – Moderasi Beragama
Topik penutup membahas moderasi beragama, beserta empat pilarnya: komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, toleransi, dan akomodatif terhadap budaya lokal.
Peserta mempelajari dalil Qur’an dan Hadis terkait larangan ekstremisme serta perintah berbuat adil.
Topik ini menegaskan peran penting guru Qur’an Hadis dalam membangun generasi yang damai, seimbang, dan menghargai keberagaman—hal yang makin penting di lingkungan sekolah masa kini.
Download Contoh TAM Profesional Qur’an Hadis:
Contoh Soal TAM Quran dan Hadis
Memahami Modul 1 Profesional ini bukan hanya soal lulus TAM, tapi juga komitmen untuk menjadi guru Qur’an Hadis yang matang secara keilmuan dan bijak dalam mendidik.
Selamat dan selalu semangat ya! ***




