POJOKSATU.ID – Upaya guru mengembangkan cara mengajar yang lebih kreatif di SDN Pojokusuman 1 Yogyakarta mulai menunjukkan hasil.

Metode interaktif yang diterapkan di kelas 4 membuat siswa bukan hanya memahami matematika, tapi juga lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan memecahkan masalah.

Dalam pembelajaran pola bilangan dan pola gambar siswa tidak hanya mencatat, tetapi bergerak, bermain, hingga melakukan simulasi sederhana.

Baca Juga: Lee Yi Kyung Resmi Gugat Penebar Rumor Foto Vulgar, Beberkan Kronologi, Akui Alami Tekanan hingga Terpaksa Hengkang dari Program TV

Model belajar ini dirancang guru kelas 4D, Ida Sekar Molina, untuk menghidupkan kembali minat belajar matematika.

Menurut Ida, tantangan terbesar bukan pada materinya, tetapi pada bagaimana membuat siswa merasa dekat dengan konsep matematika.

Karena itu, ia memadukan permainan digital, aktivitas pola, dan diskusi kelompok sebagai strategi utama.

Baca Juga: HKN ke-61, Puskesmas jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan Kabupaten Bogor

“Anak-anak lebih cepat menangkap saat mereka mencoba langsung,” ujarnya dilansir dari lama resmi gurudikdas.dikdasmen.go.id, Jum’at, 21 November 2025.

Pendekatan ini mendapat sambutan positif dari siswa.

Jihan, salah satu siswa kelas 4D, mengatakan bahwa cara belajar baru membuat materi lebih mudah dipahami.

Baca Juga: Kisah Tambang Emas Pongkor, Teknologi, Sejarah, dan Jejak Manusia di Halimun Salak

“Menyenangkan, jadi lebih ngerti,” tuturnya.

Siswa lain, Tantra, mengungkapkan bahwa contoh konkret dari guru membantu mengurangi rasa takut saat menghadapi soal.

“Kalau dijelasin dulu baru latihan, jadi berani,” katanya.

Sedangkan Satura menyebut aktivitas bermain dan literasi numerasi membuat kelas terasa lebih dinamis.

“Lebih seru,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Ciseeng, Kampung Air yang Menjadi Motor Perikanan Kabupaten Bogor

Lewat metode ini, siswa juga belajar menghubungkan matematika dengan kehidupan nyata.

Dari menghitung uang jajan, membuat keputusan dalam permainan digital, hingga memahami pembagian menggunakan teknik lokal “korokapit” yang akrab dalam keseharian anak Jawa.

Tidak hanya matematika, pendekatan serupa diterapkan pada mata pelajaran IPAS oleh guru Bu Zara.

Baca Juga: Targetkan Arsiparis Profesional, Diskarpus Depok Seragamkan Tata Kelola Arsip Dinas

Penjelasan runtut, kesempatan bertanya, dan contoh konkret membuat siswa lebih memahami konsep musim, iklim, magnet, hingga gaya gesek.

Transformasi yang terjadi di SDN Pojokusuman 1 Yogyakarta menjadi contoh bagaimana kreativitas guru dapat mengubah wajah pembelajaran dasar.***