POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato strategis dalam pembahasan Rancangan APBN 2026.

Dalam pemaparan tersebut, Presiden menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penguatan ketahanan nasional, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.

Salah satu kebijakan yang langsung menyentuh aparatur negara adalah kenaikan gaji untuk ASN, TNI, Polri, dan pejabat negara.

Menurut Presiden menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka menjaga stabilitas negara.

Baca Juga: Zudan Arif Fakrullah Paparkan Arah Reformasi ASN 2025, Fokus Asta Cita hingga Transformasi Digital, Ini Penjelasannya

Pidato ini juga menekankan bahwa ketangguhan nasional adalah fondasi kemandirian, mulai dari ketahanan pangan, energi, ekonomi, hingga pertahanan.

Prabowo menegaskan bahwa negara harus mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir kelompok.

 

Tantangan Global, Gejolak Dunia Jadi Pertimbangan Utama

Presiden menyoroti bahwa kebijakan nasional tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang semakin tidak menentu.

Tensi geopolitik meningkat, perang fisik terjadi di banyak wilayah, dan perang tarif membuat biaya ekonomi dunia melonjak.

Baca Juga: Gibran Hadiri G20 Saat Trump Boikot dan Xi Absen, Indonesia Jadi Penyeimbang Baru?

Prinsip “my country first” yang dianut sejumlah negara memaksa Indonesia menguatkan stabilitas internal.

Di tengah tekanan global tersebut, pemerintah memastikan ekonomi nasional tetap berjalan efektif dan sistem pelayanan publik tetap kuat.

Hal ini menjadi dasar seluruh strategi kebijakan APBN 2026.

Ekonomi Indonesia Melesat, Pertumbuhan 5,12%

Prabowo merinci capaian ekonomi triwulan kedua 2025 yang menunjukkan perkembangan positif.

Pertumbuhan ekonomi nasional naik dari 4,87% menjadi 5,12%, ditopang oleh konsumsi masyarakat yang mencapai 4,97%. Ekspor tumbuh impresif 10,67% berkat hilirisasi industri.

Tingkat pengangguran turun dari 4,82% menjadi 4,76%, sementara tingkat kemiskinan menurun ke 8,47%, angka terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Pemerintah juga mencatat penciptaan 3,6 juta lapangan kerja baru, serta inflasi terkendali di angka 2,4%.

Baca Juga: Kabar Baik dari Pemerintah! ASN, TNI–Polri, dan Pensiunan Bersiap Full Happy Tahun 2026

Optimisme investor tetap terjaga, dengan realisasi investasi dan kinerja pasar saham yang menguat meski dunia sedang tidak stabil.

 

Program Unggulan, Makan Bergizi Gratis 

Sejumlah program unggulan pemerintah menunjukkan hasil konkret yang dirasakan langsung masyarakat. Hingga 2025:

1. 20 juta penerima manfaat telah merasakan program makan bergizi gratis

2. 17 juta orang mengikuti cek kesehatan gratis

Baca Juga: Simak! 5 Dampak Besar Jika TPG Benar-Benar Dibayar Bulanan Tahun Depan

3. 13.000 sekolah dan madrasah menjalani revitalisasi

4. 100 Sekolah Rakyat telah berdiri

5. 80.000 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih terbentuk

Pemerintah menargetkan setiap koperasi desa memiliki gudang, cold storage, perlengkapan usaha, dan dua kendaraan distribusi untuk memperkuat ekonomi desa.

Stimulus Ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial

Prabowo memaparkan bahwa pemerintah responsif menahan dampak gejolak global dengan stimulus ekonomi:

1. Tahap pertama: Rp3 triliun (Januari 2025)

2. Tahap kedua: Rp24,4 triliun (Juni 2025)

Program jaring pengaman sosial tetap diperkuat melalui Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Program Indonesia Pintar, dan KIP Kuliah.

Baca Juga: Guru Senang TPG 2026 Cair Bulanan? Hati-Hati, Ini Risiko yang Tak Banyak Dibahas

Sistem perlindungan sosial ini menjaga daya beli masyarakat serta menekan risiko PHK di sektor industri.

 

Diplomasi Ekonomi, Turunkan Tarif AS - Selesaikan CEPA Eropa

Di bidang diplomasi ekonomi, Indonesia berhasil menurunkan tarif bilateral dengan Amerika Serikat dari 32% menjadi 19%.

Setelah negosiasi 10 tahun, Indonesia juga menuntaskan CEPA dengan Uni Eropa.

Indonesia aktif dalam forum BRICS, G20, ASEAN, dan saat ini mengajukan diri masuk OECD.

Baca Juga: Sistem TPG 2026 Dirombak Besar-Besaran? Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Anda Tahu

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri tegak sejajar dengan negara lain dalam percaturan global.

Pidato Presiden Prabowo dalam pembahasan APBN 2026 menunjukkan arah pembangunan nasional yang komprehensif, memperkuat ketahanan nasional.

Kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas program sosial, dan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.

Dengan indikator ekonomi yang membaik, hilirisasi yang makin kuat, dan diplomasi ekonomi yang agresif.

Pemerintah menargetkan Indonesia siap menghadapi ketidakpastian global sambil menjaga kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok negeri.***