POJOKSATU.id - Siswa kelas 12 yang berencana melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan pada 2026 perlu memahami bahwa tidak semua sekolah kedinasan memberikan ikatan dinas.

Artinya, lulusannya tidak otomatis menjadi CPNS setelah menyelesaikan pendidikan.

Salah satu sekolah kedinasan berstatus non-ikatan dinas adalah Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. STPN berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Baca Juga: Mengenal STPN: Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dari Yogyakarta yang Tersebar ke Pelosok Nusantara

Didirikan pada 1963 dengan nama Akademi Agraria, STPN telah meluluskan ribuan tenaga pertanahan yang kini tersebar di berbagai instansi pemerintah maupun swasta di seluruh Indonesia.

Program Studi dan Jalur Pendaftaran

Untuk penerimaan taruna tahun 2025, STPN menawarkan dua program studi utama:

I. Diploma IV Pertanahan (D-IV)

* Pendidikan komprehensif tentang manajemen dan administrasi pertanahan, agraria, dan tata ruang.

* Materi utama:

- Manajemen Pertanahan dan Administrasi Pembangunan

- Hukum Pertanahan

- Tata Ruang dan Agraria

- Manajemen Aset Daerah

- Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan

- Pengelolaan Arsip dan Dokumen Pertanahan

- Survei, pemetaan, dan teknologi informasi pertanahan

Baca Juga: Asep Wahyuwijaya Tekankan Pentingnya Penerimaan Negara hingga Transisi Energi serta Rencana Restrukturisasi Pertamina

II. Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (D-I)

* Fokus pada keterampilan praktis survei dan pemetaan dasar pertanahan.

* Materi utama:

- Surveying (Survei dan Pemetaan)

- Fotogrametri

- Global Navigation Satellite System (GNSS)

- Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)

- Pengolahan data spasial untuk pembuatan peta wilayah

Baca Juga: Pengumuman PPG Dalam Jabatan Batch 4 Resmi Dirilis, Peserta yang Lolos Wajib untuk Mengaktifkan HP, Ada Info Penting dari LPTK!

* Lulusan diarahkan menjadi Asisten Surveyor Kadastral.

Calon taruna bisa memilih dua jalur masuk, yakni Jalur Umum dan Jalur Kerjasama.

Seleksi dilakukan secara nasional oleh Kementerian ATR/BPN, dengan penilaian yang mencakup nilai rapor, prestasi akademik maupun non-akademik, dan portofolio khusus untuk pendaftar tertentu.

Kehidupan Taruna di STPN

STPN menerapkan sistem boarding school, sehingga taruna/i tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan akademik serta ekstrakurikuler secara terstruktur.

Program ini tidak hanya menekankan kompetensi akademik, tapi juga pengembangan karakter, kedisiplinan, dan soft skills taruna/i.

Baca Juga: Ketua DPRD Pandeglang Sesalkan Dugaan Asusila Guru SD Terhadap Siswinya

Dengan kurikulum yang integratif antara teori dan praktik, lulusan STPN siap bekerja di Kementerian ATR/BPN, pemerintah daerah, maupun sektor swasta yang membutuhkan tenaga pertanahan kompeten.

STPN Sleman bisa jadi pilihan strategis bagi siswa yang ingin mendalami bidang pertanahan, menguasai keterampilan teknis, dan siap bekerja profesional, tanpa harus terikat langsung menjadi CPNS.

Sekolah ini memberikan kesempatan luas bagi taruna/i untuk membentuk karier mandiri dan kompetitif di bidang pertanahan. ***