POJOKSATU.ID — Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah menjalankan transformasi besar dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos).

Khususnya dari PT Pos Indonesia ke bank milik negara (Himbara).

Peralihan ini dikenal sebagai langkah strategis agar distribusi bansos menjadi lebih cepat, efisien, dan digital. Berikut ulasan lengkapnya.

Selama bertahun-tahun, banyak penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mencairkan bantuan melalui Kantor Pos.

Baca Juga: Catat! Operasi Zebra Jaya 2025 Digelar Selama 14 Hari ke Depan, Dirlantas Polda Metro Beberkan Pola Tindakan

Namun, model ini dianggap kurang efisien karena adanya biaya pengiriman, waktu pencairan yang lebih lambat, dan risiko administratif. 

Kemensos menilai bahwa penyaluran melalui Himbara (Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) bisa menghemat anggaran, mempercepat aliran dana, dan mengurangi kerumitan logistik.

Selain itu, model perbankan memungkinkan pencairan dana secara lebih transparan lewat rekening KKS.

 

Inti dari transisi ini adalah mekanisme burekol, yaitu buka rekening kolektif yang digagas oleh Kemensos bersama Himbara.

Baca Juga: Pernyataan Cucun Soal Ahli Gizi di Program MBG Viral, Begini Sebenarnya Syarat Jadi Ahli Gizi Profesional

1. Pengumpulan Data

Kemensos mengirim data penerima (KPM) ke bank-bank Himbara, kemudian memverifikasi kelayakan.

2. Pembuatan Rekening Massal

Rekening dibuka secara kolektif untuk ribuan keluarga penerima sekaligus bukan satu per satu.

3. Distribusi Kartu KKS dan Buku Tabungan

Setelah rekening jadi, KPM akan mendapatkan kartu KKS dan buku tabungan. Beberapa daerah sudah mulai membagikan KKS.

4. Verifikasi dan Validasi

Ada proses cek ulang data: rekening yang gagal salur, nama yang tidak cocok, saldo tidak aktif, harus diselesaikan bersama PPATK dan Himbara.

5. Waktu Proses

Menurut Kemensos, membuka rekening kolektif bisa memakan waktu 2–3 bulan karena perlu pembersihan data.

Untuk mempercepat, pihak Kemensos dan Himbara sedang mencari cara agar waktu dapat dipersingkat. 

 

Peralihan ini membawa sejumlah manfaat strategis:

Efisiensi Anggaran

Karena penyaluran melalui bank, Kemensos bisa mengurangi potongan biaya dibandingkan lewat PT Pos. 

Baca Juga: Dapat Bonus Bansos Tambahan 400 Ribu, Penerima PKH KKS Baru Peralihan Pos Indonesia Tanya Kapan Dana Turun?

Akses Dana Lebih Cepat dan Tepat

Dengan rekening bank, dana bansos langsung masuk ke KKS, dan penerima bisa mengecek saldo secara digital. 

Transparansi dan Akuntabilitas

Sistem perbankan memudahkan pelacakan aliran dana, mengurangi risiko salah salur atau penyalahgunaan.

Penyederhanaan Distribusi

Distribusi kartu dan buku tabungan bisa dilakukan secara terpusat dan massal sesuai data kolektif.

Meski strategis, proses migrasi juga menghadapi hambatan:

Gagal Salur

Ada sekitar 1,3 juta rekening KPM gagal salur, karena rekening tidak aktif, data nama berbeda, atau rekening tidak ditemukan.

Baca Juga: Kabar Gembira! PPPK Paruh Waktu Resmi Dapat Tunjangan Baru Mulai 2025, Ini Daftar dan Besarannya

Waktu Verifikasi Lama

Proses verifikasi dan identifikasi KPM memerlukan waktu terutama memastikan identitas, NIK, dan alamat agar rekening bisa dibuat dengan benar. 

Exclusion dan Inclusion Error

Dalam pemutakhiran data penerima, terdapat error data (inclusion/exclusion) yang membuat sebagian KPM baru harus diidentifikasi ulang dan dimasukkan ke proses burekol. 

Koordinasi Pihak Terlibat

Kemenko, BPS, Kemensos, dan Himbara harus bekerja sama erat untuk menyelesaikan pembuatan rekening, verifikasi data, dan distribusi kartu.

 

Peralihan penyaluran bansos dari Pos ke Bank Himbara lewat mekanisme burekol adalah langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk modernisasi sistem distribusi bantuan sosial.

Proses ini memang menantang, tetapi potensi manfaatnya besar yaitu sistem lebih efisien, cepat, dan lebih transparan.

Baca Juga: Habis TKA, Lanjut UAS! Ini Strategi Belajar yang Paling Efektif Biar Nggak Keteteran

Jika berjalan mulus, KPM akan merasakan manfaat nyata lewat akses dana yang lebih mudah dan akuntabel.***