POJOKSATU.ID - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam jumlah besar mulai tahun 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kebutuhan rekrutmen dalam lima tahun ke depan mencapai 19.500 pegawai.

Angka yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029.

Langkah ini menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam memperkuat kapasitas fiskal, digitalisasi layanan, pengawasan, serta tata kelola keuangan negara.

Baca Juga: Purbaya Beberkan Formasi CPNS Kemenkeu 2026, Fokus STAN, tapi Ada Kuota untuk Lulusan SMA

Purbaya menegaskan bahwa kebutuhan pegawai baru merupakan bagian dari regenerasi SDM sekaligus mengganti jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun dan rotasi jabatan lintas instansi.

 

Kuota Jumbo 19.500 Pegawai

Berdasarkan Renstra Kemenkeu 2025–2029, total kebutuhan formasi CPNS selama lima tahun mencapai 19.500 orang. Kuota ini bukan hanya untuk tahun 2025, melainkan akumulasi hingga tahun 2029.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Tahun 2025: 2.100 formasi.

Baca Juga: Ratusan Massa Blokir Jalan Nasional 4 Jam Demi Tangkap Pengedar Narkoba, Samurai Softgun Diamankan

2. Tahun 2026–2029: masing-masing 4.350 formasi per tahun.

Kuota formasi ini disusun untuk memastikan keseimbangan distribusi pegawai, peningkatan layanan publik, serta memperkuat fungsi-fungsi strategis seperti

Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), serta unit pengelolaan anggaran dan fiskal.

Alasan Kemenkeu Membutuhkan Banyak Pegawai Baru

Kebutuhan besar tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data HRIS yang dikutip dalam Renstra, total pegawai Kemenkeu per 31 Desember 2024 mencapai 77.055 orang, yang terdiri dari 76.978 PNS dan 77 PPPK.

Dalam kurun 2025–2029, diproyeksikan ada 5.738 pegawai yang memasuki usia pensiun.

Selain itu, sekitar 2.010 pegawai diperkirakan keluar karena berbagai alasan seperti pindah instansi, mengundurkan diri, meninggal dunia, hingga penugasan lain.

Baca Juga: Ratusan Massa Blokir Jalan Nasional 4 Jam Demi Tangkap Pengedar Narkoba, Samurai Softgun Diamankan

Dengan demikian, kebutuhan rekrutmen bukan hanya untuk mengisi kekosongan, tetapi juga memastikan transformasi kelembagaan Kemenkeu berjalan sesuai target.

Renstra 2025–2029 juga menekankan bahwa pertumbuhan SDM Kemenkeu diproyeksikan berada di kisaran 0,01% hingga 0,50% per tahun.

 

Kapan Pendaftaran CPNS Dibuka?

Meski kuota total telah diumumkan, jadwal resmi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkeu 2025 masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pemerintah.

Melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Baca Juga: Pemkot Tangsel Dirikan GSG Pamulang, Ruang Publik Baru untuk Pererat Kebersamaan Warga

Purbaya memastikan bahwa proses seleksi akan mengikuti aturan nasional mengenai CASN, termasuk persyaratan umum, SKD–SKB, hingga mekanisme kelulusan.

Pelamar disarankan untuk mulai mempersiapkan sejumlah dokumen penting seperti ijazah, transkrip nilai, KTP, sertifikasi kompetensi (jika dibutuhkan).

Serta memastikan akun SSCASN aktif. Kemenkeu juga rutin memperbarui informasi melalui situs resmi, kanal Humas, serta akun sosial medianya.

 

Formasi yang Dibutuhkan

Kemenkeu diperkirakan membuka formasi pada sejumlah bidang strategis, antara lain:

1. Analis pajak

2. Pemeriksa bea dan cukai

3. Analis anggaran

4. Analis keuangan negara

Baca Juga: Pemkot Tangsel Dirikan GSG Pamulang, Ruang Publik Baru untuk Pererat Kebersamaan Warga

5. Pengelola data dan digital services

6. Analis kebijakan fiskal

7. Tenaga auditor di BPKP internal Kemenkeu

Kementerian Keuangan memastikan bahwa proses rekrutmen besar-besaran akan digelar mulai tahun 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan Renstra 2025–2029.

Baca Juga: Ada 200 Nama Misterius Penunggak Pajak Rp 60 Triliun, Purbaya Siap Sikat Semua Perusahaan Yang Menunggak, Siapa Sebenarnya Mereka?

Total kebutuhan mencapai 19.500 pegawai, dengan rincian 2.100 formasi pada 2025 dan masing-masing 4.350 formasi untuk periode 2026–2029.

Kebutuhan ini muncul karena adanya gelombang pensiun lebih dari 5.700 pegawai serta kebutuhan penguatan fungsi strategis seperti perpajakan, bea cukai, anggaran, dan digitalisasi.***