POJOKSATU.id — Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan BRIN akan menggelar Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama bagi siswa SD secara serentak.

Pelaksanaan asesmen nasional ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai pada tanggal 18 hingga 21 November 2025 di seluruh Indonesia.

Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menjelaskan ANLDB melanjutkan asesmen literasi keagamaan sebelumnya yang diikuti guru di pekan lalu.

Baca Juga: Resmi! Aturan Penempatan PPPK Paruh Waktu 2025 Dirilis Pemerintah, Pelamar Wajib Tahu Skemanya!

Tahun ini, program melibatkan 13.600 siswa kelas 5 SD dari populasi nasional sebanyak 25.347 siswa di berbagai wilayah Indonesia.

“Tujuan asesmen ini untuk memetakan kemampuan literasi dasar beragama dan memperkuat kebijakan pendidikan agama berbasis data,” ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan ANLDB bagi siswa di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Munir menekankan asesmen wajib berbasis ilmiah dan hasilnya harus diakui lembaga strategis seperti Bappenas, KemenPAN-RB, serta DPR RI.

Baca Juga: Bukan Sekadar Simbol, Ini Filosofi Mendalam di Balik Logo Hari Guru Nasional 2025

Ia menyebut kolaborasi Kemenag, BRIN, dan Pustrajak Penda BMBPSDM penting agar asesmen berjalan kredibel, sahih, serta selesai tepat waktu.

Pentingnya Batas Waktu dan Penilaian
Peneliti utama BRIN, Prof. Murtadlo, menekankan batas waktu pengisian asesmen harus tegas agar mitigasi dan kesiapan teknis lebih terarah.

Ia juga mengusulkan peningkatan porsi penilaian baca Al-Qur’an dari 10 persen menjadi 20 persen demi memperkuat kemampuan literasi dasar siswa.

Baca Juga: Ingin Anak Didik Bermain Seperti Manchester City? Begini Strategi Ala Pep Guardiola untuk Pelatih Sekolah Sepak Bola

“Porsi baca Al-Qur’an penting agar capaian literasi keagamaan lebih seimbang dan mencerminkan pemahaman dasar siswa,” ujar Murtadlo menegaskan.

Pengawasan Lapangan Jadi Kunci
Murtadlo menilai pengawasan lapangan penting agar pengumpulan data tidak terlambat dan pelaksanaan tetap sesuai standar nasional yang ditetapkan.

Idealnya, setiap provinsi memiliki petugas khusus yang mengawal sekitar 20 sekolah untuk menjaga mutu asesmen dan mempercepat pelaksanaan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Ungkap 45 Persen Siswa Indonesia Ketagihan Mie Instan, Begini Dampaknya ke Kesehatan dan Belajar

Kehadiran petugas lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah memperkuat mutu pelaksanaan ANLDB dan memastikan hasilnya kredibel serta representatif.

Dengan kolaborasi Kemenag dan BRIN, ANLDB 2025 diharapkan menjadi pijakan kebijakan pendidikan agama berbasis data dan peningkatan mutu pembelajaran. ***