POJOKSATU.id — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menetapkan delapan bidang ilmu prioritas mulai 2026 dalam rangka memperkuat Asta Cita pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan, pada 2025 pihaknya menargetkan 65 persen penerima beasiswa berasal dari rumpun studi STEM.

“Mungkin tidak akan pernah 100 persen (diarahkan ke STEM) karena kita tetap membutuhkan non-STEM (sosial humaniora) yang mendukung kemajuan STEM ke depan,” ujarnya pada 17 Juli, dikutip dari situs resmi LPDP, Rabu, November 2025.

Baca Juga: Cek Ijazah Kini Gampang Banget! Begini Cara Verifikasi Resmi Lewat PISN dan SatuDikti

Ia menegaskan bahwa peran ilmu sosial-humaniora penting agar kemajuan teknologi dapat terarah pada pengembangan manusia dan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Ojat Darojat, juga menyoroti pentingnya tata kelola beasiswa LPDP yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

Menurut Ojat, penguatan program studi di bidang digital, STEM (Science, Technology, Engineering, and Maths), serta SHAPE (Social, Humanities, Arts for People, and Economy) menjadi hal penting.

"Beasiswa LPDP tidak hanya harus menyiapkan talenta unggul di bidang STEM, tetapi juga SHAPE," ujarnya melalui situs Kemenko PMK pada 24 September 2025.

"Pendekatan multidisipliner menjadi kunci agar program studi benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan pembangunan manusia Indonesia," sambungnya.

Baca Juga: Harapan Baru PPPK, Tanpa Tes Ulang, Bisa Jadi PNS dan Dapat Pensiun dalam Revisi UU ASN

8 Jurusan Prioritas Beasiswa LPDP

Delapan jurusan prioritas LPDP yang akan difokuskan mulai 2026 mencakup:

1. Pangan

2. Energi

3. Maritim

4. Kesehatan

5. Digitalisasi

6. Pertahanan

7. Hilirisasi

8. Manufaktur Maju

Baca Juga: Kapan Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Dibuka? Simak Jadwal dan Besaran Bantuan agar Tak Ketinggalan!

Kedelapan bidang tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional, memperluas inovasi teknologi, serta meningkatkan kemandirian industri Indonesia.

Selain itu, LPDP juga menyiapkan Regional Advanced Laboratory for AI and Humanity sebagai pusat riset unggulan multidisipliner berbasis co-creation di enam wilayah Indonesia.

Laboratorium tersebut akan tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali–Nusa Tenggara, dan Papua, berfungsi sebagai pusat kolaborasi regional.

Tujuannya agar tercapai pemerataan akses dan riset nasional, sekaligus menghubungkan bidang STEM dan SHAPE untuk mendukung pengembangan talenta digital serta inovasi strategis nasional.

Baca Juga: Dari Pabrik Mi Instan sampai Tambang Batu Bara Inilah Para Raksasa yang Membayar Pajak Terbanyak

Dengan kebijakan baru ini, LPDP berharap dapat melahirkan generasi unggul, inovatif, dan berdaya saing global yang mampu membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. ***