POJOKSATU.id – Kabar baik buat para dosen dan peneliti muda di Indonesia! International Education Innovation Fund (IEIF) resmi membuka ASEAN Research Collaboration Project 2026, sebuah program hibah penelitian internasional dari Pemerintah Australia yang mendukung kolaborasi riset antara peneliti ASEAN–Timor Leste dan akademisi Australia.

Program ini dikelola oleh Australian Government Department of Education, dan menawarkan pendanaan hingga AU$20,000 per proposal bagi proyek riset yang dilakukan di Australia.

Kolaborasi Peneliti ASEAN dan Australia
Riset yang didanai wajib melibatkan kolaborasi dengan lembaga penelitian atau perguruan tinggi di Australia. Bidang yang menjadi prioritas antara lain Pertanian dan Pangan, Energi, Infrastruktur, dan Ekonomi Hijau.

Baca Juga: Rubicon Jadi Mobil Langganan Korupsi? Dari Kemenkeu hingga Pejabat Daerah

Durasi riset berlangsung antara 1–3 bulan, dimulai 2 Februari hingga 24 April 2026, dan seluruh kegiatan harus selesai dalam tenggat waktu tersebut.

Rincian Pendanaan
Dana hibah dibagi ke beberapa komponen, antara lain:

Tunjangan kedatangan AU$3,500, untuk biaya perjalanan dan visa.

Tunjangan bulanan AU$4,000, sebagai biaya hidup selama di Australia.

Tunjangan keluarga AU$1,500 per bulan bagi peneliti yang membawa keluarga.

Subsidi lembaga tuan rumah AU$1,000 per bulan untuk mendukung kegiatan riset.

Total bantuan maksimal mencapai AU$20,000 per penerima program.

Baca Juga: Bukti atau Drama? Roy Suryo Tantang Polisi Buka Ijazah Jokowi di Depan Publik

Syarat dan Kriteria Peserta
Beberapa persyaratan penting untuk mengikuti program ini antara lain:

Warga negara atau penduduk tetap negara anggota ASEAN atau Timor Leste.

Bukan warga negara Australia atau penduduk tetap Australia.

Telah menyelesaikan gelar PhD dalam 8 tahun terakhir (setelah Oktober 2017).

Sudah menjalin kolaborasi dengan lembaga riset di Australia.

Menyusun proposal penelitian yang sesuai bidang prioritas dan berdampak.

Daftar lengkap lembaga mitra Australia yang bisa diajak berkolaborasi dapat dilihat di buku panduan resmi IEIF.

Baca Juga: Warung di Tangsel Digerebek Warga, Ratusan Pil Ilegal Ditemukan dan Penjual Kabur

Cara Daftar dan Deadline
Pendaftaran dibuka sejak 6 Oktober dan akan ditutup 16 November 2025 pukul 23.59 AEST.
Prosesnya dilakukan secara daring melalui email ieif.asean@rmit.edu.au.

Dokumen yang wajib dilampirkan antara lain:

Formulir pendaftaran program dan formulir sponsor.

CV dan publikasi ilmiah.

Surat rekomendasi dari dua pihak akademik.

Letter of Support dari institusi tuan rumah di Australia.

Salinan paspor dan ijazah PhD.

Baca Juga: Warung di Tangsel Digerebek Warga, Ratusan Pil Ilegal Ditemukan dan Penjual Kabur

Detail lengkap serta panduan format dokumen dapat diunduh melalui laman resmi RMIT University dan IEIF.

Tips Lolos Seleksi
Supaya peluang lolos makin besar, pastikan sudah:

Menjalin kerja sama resmi dengan lembaga Australia sebelum daftar.

Menyusun proposal riset yang jelas, berdampak, dan sesuai prioritas IEIF.

Memastikan seluruh dokumen pendaftaran lengkap serta diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Lewat program ini, para dosen dan peneliti muda Indonesia punya kesempatan emas untuk mengembangkan riset internasional, memperluas jejaring global, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan di kawasan ASEAN. ***