POJOKSATU.id – Kekacauan jadwal terjadi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara saat pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan 2025.
Sejumlah peserta mengeluhkan jadwal ujian di akun Simpkb tidak sesuai dengan jadwal yang tercatat di data panitia kampus.
Akibatnya, beberapa peserta yang datang tepat waktu malah dinyatakan salah sesi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Baca Juga: Kok Bisa Sih Nikita Mirzani Live Jualan dari Dalam Rutan, Apakah Warga Biasa Juga Bisa?
Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 12 November 2025, dan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah unggahan seorang peserta bernama Rahmadani viral di platform Tiktok.
Jadwal di Simpkb dan di Kampus Berbeda Jauh
Dalam unggahannya, Rahmadani menulis bahwa jadwal ujiannya di akun Simpkb tercantum pada Sesi II pukul 13.30–16.50 WIB.
Namun saat tiba di kampus TUK UMSU, panitia meminta peserta melakukan pemindaian barcode untuk verifikasi data.
Setelah discan, ternyata sistem panitia menunjukkan jadwal berbeda, yakni Sesi I pukul 08.30–11.50 WIB di hari yang sama.
“Masalahnya, gak ada pemberitahuan dari pihak manapun. Aku datang jam 12.00 biar gak buru-buru, ternyata baru dikasih tahu kalau ujian aku harusnya pagi,” tulisnya dalam unggahan yang mendapat puluhan komentar dari sesama peserta PPG.
Peserta Bingung, Tidak Ada Notifikasi dari Sistem
Banyak peserta lain di lokasi mengaku mengalami hal serupa.
Mereka menuturkan tidak ada pemberitahuan di email, WhatsApp grup, atau dashboard Simpkb mengenai perubahan jadwal tersebut.
Beberapa bahkan datang dari luar kota karena Simpkb sudah menetapkan waktu sesi ujian secara jelas dan tidak ada tanda revisi.
Dugaan, Sinkronisasi Jadwal Simpkb dan Data Panitia TUK Bermasalah
Menurut penelusuran redaksi, jadwal PPG Prajabatan 2025 diatur secara nasional melalui Sistem Informasi Manajemen Program PPG (Simpkb).
Namun, setiap TUK diberi akses untuk melakukan penjadwalan ulang berdasarkan jumlah peserta dan ketersediaan ruangan.
Baca Juga: Wajah Baru Literasi Anak Muda: dari Buku ke TikTok Edukasi
Masalah muncul ketika data sinkronisasi antara Simpkb dan sistem lokal TUK UMSU tidak berjalan sempurna.
Akibatnya, data peserta di Simpkb tidak sama dengan jadwal yang dipegang panitia kampus.
Seorang sumber internal kampus membenarkan ada perbedaan data sesi pada hari pertama pelaksanaan tes substantif.
Belum Ada Penjelasan Resmi dari Panitia Pusat
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Direktorat PPG Kemendikdasmen maupun panitia pusat Simpkb terkait insiden di UMSU.
Baca Juga: Kok Bisa Sih Nikita Mirzani Live Jualan dari Dalam Rutan, Apakah Warga Biasa Juga Bisa?
Namun sejumlah pengawas TUK menyebut pihak kampus sudah melaporkan kejadian ini ke pusat melalui kanal koordinasi PPG Prajabatan 2025.
Beberapa peserta berharap pihak kementerian memberikan solusi agar mereka yang terlewat sesi tetap diberi kesempatan ujian susulan.
“Kami tidak mau dirugikan karena kesalahan sistem. Semua peserta sudah berusaha datang tepat waktu sesuai Simpkb,” ujar Rahmadani Rabu (12/11/2025).
PPG Prajabatan 2025, Ribuan Peserta di Seluruh Indonesia
Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 diikuti ribuan calon guru di lebih dari 100 TUK di seluruh Indonesia.
Ujian ini merupakan tahap penting sebelum peserta dinyatakan lulus seleksi akademik dan lanjut ke tahap wawancara.
Sesi ujian dibagi menjadi dua periode per hari, pagi dan siang.
Karena jadwal berbeda di tiap TUK, Simpkb biasanya menampilkan waktu resmi peserta masing-masing.
Namun sistem tidak selalu otomatis memperbarui jika ada perubahan di tingkat kampus.
Evaluasi Sistem Diperlukan Sebelum Tes Berikutnya
Peristiwa di UMSU menjadi peringatan penting bagi penyelenggara PPG Prajabatan.
Baca Juga: Wajah Baru Literasi Anak Muda: dari Buku ke TikTok Edukasi
Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu di seluruh Indonesia, sinkronisasi data antara sistem pusat dan TUK harus diperketat.
Keterlambatan atau perubahan jadwal mendadak tidak hanya mengganggu kelancaran ujian, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi peserta yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari.
Kisruh jadwal di TUK UMSU menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan koordinasi digital dalam pelaksanaan seleksi nasional seperti PPG Prajabatan.
Satu kesalahan kecil di sistem bisa berdampak pada ribuan calon guru yang berjuang dengan sungguh-sungguh.
Selama belum ada klarifikasi resmi, para peserta berharap Kemendikdasmen dan pihak kampus UMSU segera memberikan solusi dan penjadwalan ulang yang adil.
Karena di balik kekacauan jadwal ini, ada banyak calon pendidik yang hanya ingin satu hal, lulus ujian dan menjadi guru profesional.***




