POJOKSATU.ID – Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di berbagai wilayah Jawa Barat kini tengah menghadapi situasi yang membuat resah.
Bukan karena dicoret dari daftar penerima, melainkan karena proses distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru yang terasa lambat dan kurang merata.
Keresahan ini semakin menjadi-jadi karena munculnya fenomena saldo nihil di KKS lama atau bahkan telatnya pencairan bansos yang seharusnya sudah masuk.
Terutama bagi KPM baru atau KPM yang mengalami peralihan bank penyalur (Bank Himbara).
Baca Juga: Trauma Karena Bullying? 5 Cara Ampuh Ini Mampu Membantu Anak untuk Bangkit
Masalah utama KKS baru ini bermula dari upaya pemerintah untuk memodernisasi dan mempercepat penyaluran bansos melalui sistem perbankan secara penuh.
Termasuk peralihan dari PT Pos Indonesia ke Bank Himbara untuk sejumlah KPM.
Di Jawa Barat, yang memiliki populasi KPM yang sangat besar, proses pencetakan dan distribusi KKS baru merupakan operasi logistik yang masif.
Data menunjukkan, ratusan ribu KKS baru harus dicetak, dipersonalisasi, dan disalurkan, melibatkan Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BRI.
Implikasinya bagi KPM sebenarnya yang terjadi di lapangan:
KKS Belum Sampai: Banyak KPM baru yang namanya sudah masuk daftar penerima di SIKS NG, namun fisiknya belum sampai di tangan.
KKS Lama Mati: Beberapa KPM lama yang datanya di-update atau dialihkan bank penyalurnya, mendapati KKS lamanya dinonaktifkan sementara KKS barunya belum diterima.
Akibatnya, bansos pun tersendat!
Menanggapi keluhan yang membanjiri media sosial dan kantor-kantor desa di Jawa Barat, Kemensos telah menginstruksikan Dinas Sosial dan pendamping sosial untuk bekerja ekstra cepat.
Ini yang Wajib Dilakukan KPM Penerima KKS Baru:
1. Tunggu Undangan Resmi: KKS baru tidak dibagikan secara acak.
Pendamping PKH/BPNT atau perangkat desa/kelurahan akan mengumumkan jadwal dan lokasi pengambilan KKS dan buku tabungan.
Biasanya, pengambilan dilakukan secara kolektif di balai desa, kantor kecamatan, atau kantor cabang bank terdekat.
Baca Juga: Belajar Bilang Tidak: Cara Sehat Menetapkan Batas Tanpa Rasa Bersalah
2. Siapkan Dokumen: Saat pengambilan, wajib membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli.
Beberapa bank bahkan mewajibkan KPM untuk membuat atau memasukkan PIN KKS di tempat.
3. Aktivasi dan Cek Saldo: Setelah menerima kartu dan buku tabungan, KPM harus memastikan kartu tersebut sudah aktif.
Tanyakan kepada petugas pendamping apakah saldo sudah dapat diakses.
Baca Juga: Kabag Ops Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Aksi Buruh di Pemda Karawang
Seringkali, bansos baru akan drop setelah KKS berhasil diaktivasi.
Di sejumlah wilayah Jabar, KKS baru Bank Mandiri mulai menunjukkan tanda-tanda pencairan (terutama untuk BLT tertentu) setelah KKS berhasil didistribusikan.
Membuktikan bahwa proses teknis di bank memang sedang berjalan.
Tingkat kecepatan distribusi KKS baru di Jawa Barat sangat bergantung pada koordinasi antara Dinas Sosial Kabupaten/Kota, Pendamping Sosial, dan Bank Himbara.
Jika KPM di Kabupaten Bogor sudah menerima, belum tentu KPM di Kota Bandung atau Kabupaten Karawang sudah menerima.
KPM harus aktif menghubungi dan berkonsultasi dengan pendamping sosial mereka.
Jangan Lakukan Hal Ini!
Jangan Pinjamkan KKS: KKS adalah kartu non-tunai yang sensitif.
Jangan sekali-kali meminjamkan KKS (lama maupun baru) kepada pihak yang tidak bertanggung jawab karena berisiko disalahgunakan dan dapat menyebabkan bansos Anda dicoret.
Baca Juga: 4 Tuntutan URC Bergerak, Ribuan Ojol Turun ke Jalan Tolak Komisi 10 Persen Hingga Payung Hukum yang Adil
Jangan Percaya Calo: Tidak ada biaya apapun untuk mengambil atau mengaktifkan KKS baru.
Segera laporkan jika ada oknum yang meminta imbalan.
KPM di Jawa Barat diimbau untuk bersabar namun tetap proaktif.
KKS baru adalah langkah menuju penyaluran yang lebih baik dan transparan.
Ikuti prosedur resmi dan bansos Anda pasti akan cair!***




