POJOKSATU.id – Tes Substantif PPG Calon Guru 2025 tengah berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, namun gelombang keluhan peserta membanjiri media sosial.
Banyak calon guru curhat karena mendapat lokasi ujian (TUK) di luar kota, bahkan beberapa baru mengetahui penempatannya pada malam sebelum ujian.
Unggahan curhatan peserta yang memperlihatkan keluhan terhadap sistem penjadwalan itu viral di Instagram dan TikTok.
Dalam kolom komentar, ratusan warganet menunjukkan empati dan menilai sistem distribusi peserta tahun ini perlu evaluasi.
Ramai di Medsos,“Jauh Banget, Nangis Dapet Tanggal 12 di Luar Kota”
Salah satu peserta menulis, “Nangis banget dapet tanggal 12, TUK di luar kota.”
Keluhan itu langsung diserbu komentar serupa dari peserta lain yang bernasib sama.
Banyak mengaku kesulitan karena harus menempuh perjalanan antarkota dalam waktu singkat, sementara pengumuman lokasi ujian baru keluar malam hari.
Baca Juga: Tes Substantif PPG Calon Guru 2025 Sedang Berlangsung, Ini Contoh Soal dan Tips Lulusnya
Komentar lain berbunyi, “Udah capek belajar, malah harus berangkat jauh, biayanya juga nggak sedikit.”
Unggahan tersebut mendapat ratusan balasan doa dan dukungan, “Semangat ya, semoga dimudahkan semua urusannya.”
Penjadwalan dan Kuota TUK Dinilai Kurang Adil
Dari pantauan PojokSatu.id di sejumlah grup dan unggahan peserta, keluhan terbanyak berkisar pada:
1. Penempatan TUK di luar provinsi tanpa pertimbangan jarak.
Waktu pengumuman mendadak, membuat peserta sulit menyiapkan transportasi dan akomodasi.
3. Distribusi kuota tidak merata antara daerah yang padat peserta dan wilayah yang memiliki banyak slot kosong.
Baca Juga: Anggota DPR Setara dengan Presiden? Ucapan Nurdin Halid di DPR Bikin Heboh Ruang Sidang
4. Seorang peserta menulis, “Sistemnya jelek banget. Harusnya dipertimbangkan jarak dan waktu, jangan asal bagi kuota.”
5. Unggahan tersebut kini telah disukai ratusan akun calon guru lainnya.
Respons Warganet
Gelombang komentar tak hanya datang dari sesama peserta, tapi juga dari masyarakat umum yang mengikuti isu pendidikan.
Baca Juga: PPG Calon Guru 2025 Banjir Pendaftar, Tapi TUK Tak Siap Hadapi Lonjakan Nasional
Banyak netizen menyayangkan situasi ini karena guru masa depan justru harus menghadapi kendala administratif dan teknis di awal kariernya.
“Kasihan banget, padahal mereka calon guru. Semoga sistemnya diperbaiki,” tulis salah satu komentar populer.
Ada pula yang menilai bahwa ujian penting seperti ini seharusnya disiapkan lebih matang oleh penyelenggara agar peserta tidak terbebani secara mental dan finansial.
Apa Kata Panitia dan Pihak Terkait?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia pusat PPG Kemendikdasmen belum mengeluarkan keterangan resmi terkait viralnya keluhan peserta.
Namun, berdasarkan panduan teknis sebelumnya, penempatan TUK memang dilakukan otomatis oleh sistem berdasarkan ketersediaan kuota di wilayah terdekat, bukan berdasarkan domisili pasti peserta.
Beberapa LPTK penyelenggara juga sudah menegaskan bahwa pembagian lokasi ujian mempertimbangkan kapasitas laboratorium komputer dan jadwal regional.
Meski demikian, peserta berharap mekanisme tersebut dievaluasi agar tidak merugikan pihak yang mendapat lokasi jauh dari domisili.
Suara Peserta
Bagi sebagian peserta, perjuangan mengikuti Tes Substantif PPG bukan hanya soal akademik, tapi juga pengorbanan waktu dan biaya.
Baca Juga: Wagub Banten Dimyati Minta DPRD Selaras dengan Visi-Misi Pemerintah Daerah
Ada yang harus menempuh perjalanan ratusan kilometer, ada pula yang harus meninggalkan pekerjaan sementara demi bisa hadir tepat waktu.
“Saya berangkat jam 3 pagi supaya bisa sampai sebelum ujian. Harusnya sistemnya bisa lebih manusiawi,” tulis seorang peserta di grup Telegram.
Fakta Penting Tentang Tes Substantif PPG 2025
Tes berlangsung 12–15 November 2025.
Baca Juga: Bantuan UMKM Kok Jadi Kasus? Rp9 Miliar Mesin Jahit Kini Diselidiki Kejari Jakarta Timur
Diselenggarakan berbasis daring di TUK seluruh Indonesia.
Materi mencakup literasi, numerasi, pedagogik, dan penguasaan bidang studi.
Hasil tes menentukan kelulusan ke tahap pendidikan profesi di LPTK.
Harapan untuk Evaluasi ke Depan
Para calon guru berharap sistem seleksi berikutnya bisa lebih transparan dan berpihak pada peserta.
Evaluasi terkait waktu pengumuman dan jarak lokasi dianggap penting agar proses seleksi tidak hanya menilai akademik, tetapi juga menghargai kondisi peserta.
Mereka juga berharap Kemdikbud dapat menyediakan pilihan lokasi mandiri atau sistem pemetaan jarak otomatis yang lebih akurat.
Langkah kecil ini diyakini akan meningkatkan semangat peserta sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi guru profesional.
Fenomena viral ini menjadi cermin bahwa digitalisasi seleksi pendidikan masih perlu perbaikan dari sisi teknis dan humanis.
Bagi para calon guru yang tengah berjuang, ujian substantif ini bukan hanya soal menjawab soal, tetapi juga ujian kesabaran dan keteguhan hati menjadi pendidik masa depan.
Semoga semua peserta dimudahkan dan memperoleh hasil terbaik.***




