POJOKSATU.ID – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) Wilayah Bali resmi menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama 16 hari ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan aparatur sipil negara di lingkungan Kemenkum.

 

Meningkatkan Kompetensi ASN Lewat Orientasi

Kegiatan orientasi PPPK ini digelar sejak 20 Oktober hingga 10 November 2025 dan dilaksanakan melalui metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Program ini diikuti oleh para PPPK baru di lingkungan Kemenkum Bali dengan tujuan memperkuat pemahaman terhadap nilai, visi, dan misi lembaga.

Baca Juga: Belum Ada Kenaikan Baru! Taspen Tegaskan Pembayaran Pensiunan PNS Sesuai Perpres Nomor 8 Tahun 2024

Dalam penutupan kegiatan, perwakilan Kemenkum Bali menyampaikan bahwa orientasi ini bukan sekadar formalitas administrasi.

Tetapi proses pembentukan karakter dan profesionalisme ASN.

Para peserta dibekali pemahaman mendalam tentang kode etik, tata nilai organisasi, serta standar pelayanan publik di lingkungan Kemenkum.

Sangat berharap seluruh PPPK yang telah mengikuti orientasi dapat menerapkan nilai-nilai Kemenkum dalam setiap tugasnya.

Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Depok Bina 100 LPK Swasta

Kompetensi tanpa integritas tidak akan berarti apa-apa, demikian pernyataan dalam sambutan penutupan yang dikutip dari situs resmi Kemenkum Bali.

 

16 Hari Pembelajaran untuk ASN Profesional

Selama 16 hari, para peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber internal Kemenkum maupun widyaiswara.

Materi meliputi penguatan wawasan kebangsaan, pemahaman birokrasi pemerintahan.

Hingga praktik pelayanan publik berbasis nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) yang menjadi ciri khas budaya kerja Kemenkum.

Metode pembelajaran jarak jauh dipilih agar peserta dari berbagai satuan kerja di Bali dapat mengikuti kegiatan tanpa meninggalkan tugas utama di lapangan.

Baca Juga: Daftar Sekarang! Magang PosIND X Kemnaker Batch 2 Tawarkan Uang Saku dan Sertifikat Resmi

Orientasi ini menjadi momentum penting untuk membangun semangat pengabdian ASN di Kemenkum Bali.

 

Dorong Etos Kerja dan Nilai Pelayanan

Orientasi PPPK Kemenkum Bali juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

ASN diingatkan agar tidak hanya memahami peraturan, tetapi mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata.

Baca Juga: KemenPAN-RB Ungkap Lama Kontrak PPPK Paruh Waktu dan Syarat Perpanjangannya

Dalam sambutan penutupan, perwakilan Kanwil menegaskan bahwa setiap pegawai harus menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing.

Nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab harus hidup dalam diri setiap PPPK. Itulah wajah baru ASN Kemenkum.

 

Komitmen Kemenkum terhadap Reformasi Birokrasi

Penutupan orientasi ini menegaskan komitmen Kemenkum Bali dalam mendukung reformasi birokrasi nasional, khususnya dalam membentuk ASN yang memiliki kompetensi dan karakter pelayanan publik yang kuat.

Baca Juga: Pensiunan Catat! Begini Cara Mudah Cek Rapelan Taspen PNS Secara Online Tanpa ke Kantor

Melalui kegiatan ini, PPPK diharapkan mampu menjalankan tugas dengan etika profesi yang tinggi, memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Kemenkum Bali menegaskan bahwa pembinaan ASN akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap pegawai mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan pelayanan publik modern.

ASN Kemenkum tidak cukup hanya tahu aturan. Mereka harus hadir sebagai pelayan publik yang ramah, profesional, dan solutif.

Dengan berakhirnya orientasi PPPK 2025, Kemenkum Bali berharap seluruh peserta mampu membawa semangat baru dalam pelayanan publik.

Baca Juga: 7 Pertanyaan Wawancara PPG Calon Guru 2025 yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya

Bukan hanya sekadar menyandang status pegawai pemerintah, tetapi menjadi teladan integritas dan profesionalisme di setiap lini tugas.***