POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI resmi menetapkan delapan bidang prioritas riset nasional untuk memperkuat arah pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, menjelaskan delapan bidang riset nasional tersebut akan menjadi fondasi dalam menciptakan solusi inovatif berbasis sains dan teknologi untuk masa depan yang hijau dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kepala Inspektorat Mandailing Natal Dimutasi Mendadak Jadi Staf Disnaker, Rahmad Tanggapi Santai
"Semua area itu kita arahkan agar memiliki kesadaran tentang menjaga keberlanjutan lingkungan. Green jobs menjadi aspek penting dalam riset nasional," kata Ardi saat konferensi pers pembukaan Science Film Festival 2025 di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid pada 4–30 November 2025 untuk pelajar SD hingga SMA di 70 kabupaten dan kota.
Berikut delapan bidang prioritas riset nasional yang mendukung engembangan pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs.
1. Pangan
Riset di bidang pangan berfokus pada inovasi pertanian berkelanjutan, teknologi pangan sehat, dan ketahanan pangan nasional.
Misalnya, pengembangan pupuk organik cerdas, sistem pertanian hidroponik efisien air, serta inovasi pangan lokal rendah karbon.
Baca Juga: Bupati Bogor Ajak Warga Teladani Keikhlasan dan Semangat Juang Pahlawan
2. Energi Terbarukan
Bidang ini menyoroti transisi energi fosil menuju sumber energi bersih. Riset diarahkan pada energi surya, bioenergi, angin, hingga hidrogen hijau.
Contohnya, pengembangan panel surya fleksibel dan sistem penyimpanan energi ramah lingkungan.
Baca Juga: Bupati Bogor Ajak Warga Teladani Keikhlasan dan Semangat Juang Pahlawan
3. Kesehatan (Obat dan Teknologi Medis)
Fokusnya mencakup riset obat herbal asli Indonesia, vaksin mandiri, hingga alat kesehatan inovatif berbasis bioteknologi.
Tujuannya, meningkatkan kemandirian medis nasional sekaligus meminimalkan limbah medis.
4. Transportasi
Bidang ini mengembangkan transportasi rendah emisi dan teknologi mobilitas berkelanjutan.
Misalnya, riset kendaraan listrik, sistem transportasi publik cerdas, dan infrastruktur pendukung transportasi hijau.
Baca Juga: Masuk Desil 1 Sampai 4 Bisa Dapat Bantuan PKH Tahap 4 dan BLT 900 Ribu, Ini Cara Ceknya!
5. Rekayasa Keteknikan
Fokusnya pada inovasi material ramah lingkungan, desain bangunan hemat energi, dan teknologi rekayasa cerdas.
Salah satu contohnya, penerapan green concrete atau beton ramah lingkungan dalam konstruksi nasional.
6. Pertahanan dan Keamanan
Riset diarahkan untuk membangun sistem pertahanan yang efisien energi dan minim dampak ekologis. Contohnya, penggunaan drone berbasis tenaga surya dan sistem pemantauan laut berkelanjutan.
Baca Juga: Cara Efektif Mengatur Keuangan Harian dengan Sistem Amplop, Dijamin Nggak Boros!
7. Kemaritiman
Sebagai negara kepulauan, riset kemaritiman meliputi konservasi laut, energi gelombang, dan teknologi perikanan berkelanjutan.
Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi polusi laut melalui sistem deteksi limbah otomatis.
8. Kemandirian Sosial dan Budaya
Bidang ini menekankan riset yang memperkuat nilai-nilai lokal, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lingkungan.
Misalnya, pengembangan ekowisata dan industri kreatif berbasis budaya hijau.
Mendorong Sinergi Riset dan Pekerjaan Hijau
Ardi menekankan, arah riset dan pendidikan tinggi di Indonesia kini selaras dengan upaya global untuk melahirkan green jobs.
Ia berharap para mahasiswa, dosen, dan peneliti dapat mengintegrasikan kesadaran lingkungan dalam setiap bidang penelitian.
"Kita punya peran besar untuk membangun keahlian di bidang green jobs ini. Meskipun tidak disebut secara khusus, semua prioritas riset bisa diintegrasikan ke arah sana," ujarnya.
Baca Juga: Cara Efektif Mengatur Keuangan Harian dengan Sistem Amplop, Dijamin Nggak Boros!
Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari paru-paru dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian lingkungan.
Karena itu, Kemdiktisaintek terus mendorong riset dan pendidikan tinggi agar berkontribusi nyata pada keberlanjutan.
Langkah awal yang diambil antara lain dengan meningkatkan minat siswa terhadap riset berkelanjutan dan pengembangan inovasi hijau di berbagai sektor.
Harapannya, generasi muda dapat menjadi pelopor perubahan dan menciptakan solusi cerdas yang menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kelestarian alam.
Dengan semangat riset hijau ini, masa depan Indonesia diharapkan tak hanya unggul dalam inovasi, tapi juga menjadi panutan dalam menjaga bumi tetap lestari untuk generasi mendatang. ***




