Pojoksatu.id - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan beredarnya link pendaftaran CPNS 2025 yang mengklaim terbuka untuk usia 18 hingga 45 tahun.
Unggahan tersebut disertai tautan WhatsApp dan janji penempatan di seluruh Indonesia.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim itu tidak benar. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan, hingga kini belum ada pengumuman resmi pembukaan seleksi CPNS 2025.
Kronologi Beredarnya Klaim CPNS 2025
Postingan dengan narasi Pendaftaran CPNS 2025 untuk Usia 18–45 Tahun muncul di berbagai platform sejak awal November 2025.
Baca Juga: Desain Kamar Anak yang Nyaman dan Trendy, Lima Tips Ini Bisa Jadi Pertimbangan
Pesan tersebut biasanya dilengkapi link pendaftaran yang diarahkan ke situs tak dikenal atau grup WhatsApp.
Konten serupa juga mencantumkan logo instansi pemerintah, bahkan menggunakan nama kementerian untuk menarik perhatian masyarakat.
Banyak warganet yang membagikan ulang tanpa melakukan pengecekan sumber, sehingga kabar ini cepat menyebar.
Penelusuran Fakta
Mereka melakukan verifikasi terhadap tautan yang beredar. Hasilnya, link tersebut tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke laman pendaftaran palsu.
Situs resmi rekrutmen ASN dan CPNS seharusnya hanya melalui https://sscasn.bkn.go.id
Selain itu, juru bicara BKN menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada jadwal atau informasi rekrutmen CPNS 2025 yang diumumkan kepada publik.
Adapula yang menemukan sejumlah versi hoaks lain, di antaranya:
1. Link pendaftaran CPNS 2025 untuk lulusan SMA hingga S2, yang ternyata palsu.
Baca Juga: Penundaan GTA VI Kenapa Rockstar Games Mundur ke 19 November 2026?
2. Hoaks pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi 2025.
Penjelasan Resmi dari BKN
Humas BKN menegaskan, tidak ada pembukaan CPNS 2025 hingga saat ini. Rekrutmen ASN (termasuk CPNS dan PPPK) hanya akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
BKN juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Guru Sudah SKTP Tapi Tidak Dapat TPG? Mungkin Kamu Terlambat Sinkronisasi Data, Begini Solusinya!
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap tautan tidak resmi. Informasi rekrutmen hanya diumumkan lewat portal SSCASN.
Untuk diketahui, proses penerimaan CPNS melibatkan tahapan panjang mulai dari penetapan formasi, validasi kebutuhan instansi.
Hingga seleksi administrasi dan ujian berbasis CAT (Computer Assisted Test).
Baca Juga: Guru Sudah SKTP Tapi Tidak Dapat TPG? Mungkin Kamu Terlambat Sinkronisasi Data, Begini Solusinya!
Karena itu, setiap pengumuman resmi tidak mungkin hanya berupa link tunggal tanpa pengumuman di laman resmi pemerintah.
Bahaya dan Dampak Hoaks Rekrutmen CPNS
Penyebaran informasi palsu seperti ini dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Tidak sedikit yang akhirnya menyerahkan data pribadi melalui link palsu, yang bisa dimanfaatkan untuk penipuan atau pencurian identitas.
Menurut pakar keamanan siber, modus rekrutmen palsu sering kali digunakan untuk mengumpulkan nomor telepon dan data KTP korban.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengisi formulir dari sumber yang tidak bisa diverifikasi.
Selain itu, penyebaran hoaks berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program resmi pemerintah.
Maka dari itu, penting bagi warga untuk memastikan setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi seperti situs BKN, Kementerian PANRB, dan media nasional terpercaya.
Cara Mengecek Informasi CPNS yang Benar
1. Pastikan situs resmi: hanya gunakan portal https://sscasn.bkn.go.id
2. Cek kanal media sosial resmi BKN (Instagram: @bkngoidofficial, Twitter/X: @BKNgoid).
Baca Juga: Guru Sudah SKTP Tapi Tidak Dapat TPG? Mungkin Kamu Terlambat Sinkronisasi Data, Begini Solusinya!
3. Pantau media kredibel seperti Kompas, Tempo, Liputan6, dan Antara.
4. Hindari link berbentuk bit.ly atau tautan WhatsApp yang tidak tercantum di situs pemerintah.
5. Laporkan akun penyebar hoaks ke Kominfo atau kanal pelaporan media sosial.
Klaim mengenai link pendaftaran CPNS 2025 untuk usia 18–45 tahun terbukti hoaks.
Hingga saat ini, BKN belum membuka rekrutmen CPNS 2025. Segala bentuk pendaftaran di luar situs resmi sscasn.bkn.go.id tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap informasi yang beredar dan hanya mengacu pada sumber resmi pemerintah.***




