Pojoksatu.id - Menjelang pembukaan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan CPNS 2025, masyarakat kembali dibanjiri berbagai pesan berantai berisi tautan pendaftaran dan pengumuman palsu.
Beberapa di antaranya menyebar melalui WhatsApp, Telegram, hingga media sosial dengan klaim telah dibuka pendaftaran CPNS 2025.
Faktanya, pemerintah melalui Kementerian PAN-RB dan BKN menegaskan bahwa belum ada pengumuman resmi terkait jadwal rekrutmen tahun 2025.
Kominfo bersama tim cek fakta menemukan banyak link non-resmi yang berujung pada situs penipuan, meminta data pribadi, atau mengiming-imingi jaminan lolos seleksi.
Salah satu hoaks populer yang terdeteksi, misalnya, tautan beredar dengan domain mirip situs pemerintah, namun bukan berakhiran .go.id.
Link tersebut mengarahkan pengguna ke formulir online yang meminta nomor HP, data kependudukan, bahkan akun Telegram.
Modus Hoaks yang Sering Ditemukan
Kominfo mengonfirmasi sejumlah pola penipuan yang berulang setiap tahun.
Beberapa modus umum meliputi:
1. Link Pendaftaran Palsu: Menggunakan nama instansi seperti BKN atau KemenPAN-RB, padahal domainnya tidak resmi.
Baca Juga: Pantau Info GTK! Dua SKTP Ini Jadi Prioritas Pembayaran TPG Triwulan IV di Awal Bulan November!
2. Iming-Iming Jalur Dalam: Pelaku mengaku dapat membantu peserta lolos seleksi dengan membayar sejumlah uang.
3. Poster Digital Editan: Mengklaim rekrutmen dibuka pada tanggal tertentu yang belum diumumkan pemerintah.
4. Pesan Berantai WA: Menggunakan bahasa formal dan logo kementerian palsu untuk menipu calon pelamar.
Kasus serupa juga ditemukan terkait rekrutmen fiktif di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dikonfirmasi hoaks oleh pemerintah daerah dan situs InfoHoax kabupaten/kota.
Isu Zero Growth dan Penghentian Seleksi
Selain tautan palsu, beredar pula unggahan yang menyebutkan bahwa pemerintah menghentikan seleksi ASN 2025 dengan alasan kebijakan “zero growth”.
Kabar ini telah dibantah oleh pemerintah.
Informasi tersebut tidak benar. Pemerintah justru tengah menyiapkan pola seleksi yang lebih efisien dengan prioritas pada kebutuhan formasi riil di daerah dan digitalisasi birokrasi.
Baca Juga: Stop Hujat Pemimpin Ucap Prabowo Tegas Ingatkan Bangsa Hormati yang Pernah Berjasa
Artinya, seleksi CPNS/PPPK tetap akan berlangsung, hanya menunggu penetapan formasi resmi dari KemenPAN-RB dan BKN.
Dampak Hoaks bagi Masyarakat
Masyarakat perlu memahami bahwa penyebaran hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian nyata.
Banyak korban melaporkan kehilangan data pribadi, akun digital, bahkan uang setelah mengisi tautan palsu.
Fenomena ini juga menurunkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen resmi yang seharusnya transparan dan bebas pungutan.
Pemerintah daerah dan lembaga verifikator hoaks pun terus mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum dikonfirmasi instansi resmi.
Langkah Aman agar Tak Terjebak Hoaks
Untuk memastikan informasi yang diterima valid, berikut langkah-langkah yang direkomendasikan oleh Kominfo dan BKN:
1. Cek situs resmi pendaftaran di https://sscasn.bkn.go.id atau laman resmi instansi pemerintah.
2. Abaikan link yang beredar di WhatsApp, Telegram, atau media sosial yang tidak memiliki domain .go.id.
3. Jangan pernah membagikan data pribadi pada formulir online yang tidak diverifikasi.
4. Pastikan akun media sosial instansi bercentang resmi dan tercantum dalam situs pemerintah.
Baca Juga: Sarang Narkoba Kampung Ambon Digerebek Polisi, Sejumlah Pelaku dan Barang Bukti Ditemukan
5. Laporkan tautan mencurigakan ke kanal resmi seperti JalaHoaks, InfoPublik, atau Kominfo.
6. Langkah-langkah sederhana ini bisa menjadi tameng utama agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan digital.
Edukasi Digital, Kunci Cegah Misinformasi
Kominfo menekankan pentingnya literasi digital di tengah maraknya arus informasi.
Warga diimbau selalu verifikasi sebelum membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan peluang kerja atau pendaftaran resmi pemerintah.
Baca Juga: Sarang Narkoba Kampung Ambon Digerebek Polisi, Sejumlah Pelaku dan Barang Bukti Ditemukan
Selain itu, setiap individu juga berperan dalam memutus rantai hoaks dengan tidak menyebarkan kembali tautan yang belum jelas sumbernya.
Rekrutmen ASN 2025 belum diumumkan secara resmi. Semua informasi yang beredar di luar situs pemerintah harus diverifikasi ulang.
Isu “zero growth” maupun penghentian seleksi ASN adalah tidak benar.
Masyarakat diminta selalu mengecek informasi di situs resmi pemerintah, menjaga data pribadi, serta berpartisipasi aktif dalam melawan hoaks rekrutmen.***




