POJOKSATU.id — Pertanyaan seputar gaji sering kali menjadi bagian paling menegangkan saat proses wawancara kerja.
Tak sedikit pelamar yang merasa bingung harus menjawab apa ketika HRD menanyakan berapa gaji yang diharapkan.
Padahal, pertanyaan ini sebenarnya bukan sekadar soal angka, melainkan cara perusahaan menilai seberapa paham kandidat terhadap kemampuan diri dan nilai pasar di posisinya.
Jika kamu dihadapkan pada pertanyaan ini, kuncinya adalah menyiapkan jawaban yang elegan dan tetap realistis. Ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan, tergantung situasi dan tingkat pengalamanmu.
Bagi pelamar yang belum memiliki referensi pasti mengenai standar gaji di posisi tersebut, sebaiknya berikan jawaban yang terbuka dan fleksibel.
Baca Juga: Albert Lukas Pithel Hasugian Raih Juara II Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025
Misalnya dengan mengatakan bahwa kamu masih terbuka untuk menyesuaikan, tetapi berharap mendapat kompensasi yang sesuai dengan tanggung jawab dan kebijakan perusahaan.
Cara ini akan menunjukkan bahwa kamu profesional, tidak terburu-buru, dan mau memahami posisi yang dilamar.
Sementara itu, jika kamu sudah melakukan riset tentang kisaran gaji di industri atau jabatan yang kamu incar, tidak ada salahnya menyebutkan angka secara sopan dan realistis.
Misalnya, dengan menyebutkan bahwa berdasarkan riset yang kamu lakukan, posisi tersebut biasanya memiliki kisaran gaji antara Rp8 juta hingga Rp10 juta, dan angka itu dirasa sesuai dengan kemampuan serta pengalaman yang kamu miliki.
Jawaban seperti ini menandakan bahwa kamu mengetahui nilai pasar sekaligus mampu menilai diri sendiri dengan objektif.
Baca Juga: Dijebak HRD Saat Interview? Begini Cara Menjawab dengan Elegan!
Bagi pelamar yang sudah berpengalaman atau memiliki keahlian tertentu, kamu bisa menyampaikan kisaran gaji yang lebih tinggi dengan tetap sopan.
Misalnya, menyebutkan bahwa dengan pengalaman kerja lima tahun di bidang tersebut, kamu berharap mendapatkan kompensasi di kisaran Rp12 juta hingga Rp14 juta per bulan. HRD biasanya akan mempertimbangkan pengalaman dan nilai tambah yang kamu bawa ke perusahaan.
Namun, tidak semua orang menjadikan gaji sebagai fokus utama. Beberapa kandidat justru lebih menekankan pada peluang belajar dan berkembang.
Jika kamu termasuk di antara mereka, kamu bisa menekankan bahwa kesempatan pengembangan diri juga penting, dan berharap agar gaji yang ditawarkan tetap sesuai dengan standar industri serta tanggung jawab posisi tersebut.
Baca Juga: Batas Akhir Pelaporan PDDikti Semester Genap 2024/2025 Ditetapkan 31 Oktober 2025
Dengan cara ini, HRD akan melihat kamu sebagai sosok yang visioner dan tidak hanya berorientasi pada uang.
Selain itu, penting untuk tetap sopan dan percaya diri saat membahas nominal. Hindari memberikan angka yang terlalu rendah hanya karena takut tidak diterima, sebab hal itu justru bisa menurunkan nilai dirimu di mata perusahaan.
Lakukan riset melalui situs-situs karier seperti Jobstreet, Glints, atau Glassdoor agar kamu punya gambaran jelas mengenai standar gaji di bidang yang kamu lamar.
Pada dasarnya, negosiasi gaji adalah hal yang wajar dalam proses rekrutmen. Selama kamu bisa menyampaikan dengan cara yang elegan, logis, dan berdasarkan data, perusahaan pun akan menilai kamu sebagai kandidat yang matang dan profesional.***




