POJOKSATU.id — Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026.

Peluncuran dilakukan secara hybrid pada Senin (20/10/2025) di Auditorium Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta dan melalui kanal YouTube Kemendiktisaintek.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa rangkaian pendanaan riset di tahun 2026 akan difokuskan melalui dua skema besar, yaitu skema riset prioritas dan riset strategis.

Baca Juga: Ilmuwan Muda ITB, Dr. Grandprix Kadja Borong Penghargaan dan Masuk Top Dua Persen Dunia

Tujuannya untuk mendorong penguatan riset, meningkatkan keberhasilan penelitian, hingga pemerataan aktivitas riset di seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Program riset strategis akan berperan dalam memperkuat pertumbuhan kegiatan riset perguruan tinggi agar semakin kompetitif dan berdaya saing global.

Melalui Program Riset Prioritas 2026, Ditjen Risbang menyiapkan enam program utama pendanaan riset dan pengabdian kepada masyarakat, antara lain:

Baca Juga: Hakim PN Karawang: Permohonan Pengalihan Tahanan Neni Ibu Menyusui Diputus Kamis

Program Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi
Program ini mendorong perguruan tinggi menjadi pusat sains dan teknologi melalui kolaborasi antara kampus dan industri, serta lahirnya start up berbasis inovasi kampus.

Program Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan
Difokuskan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas peneliti, memperkuat publikasi ilmiah dan inovasi, serta membangun komunitas peneliti unggul di lingkungan perguruan tinggi.

Program Penelitian dan Pengembangan
Tersedia dua skema utama yaitu hibah penelitian dasar dan terapan. Pada 2026 juga akan hadir PUI-PT (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi) serta hibah RIKUB (Riset Konsorsium Unggulan Berdampak).

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Rudy Susmanto Tegaskan Pemuda Bukan Sekadar Pelengkap Tapi Penentu Arah Masa Depan Bangsa

Program Peningkatan Hilirisasi Hasil Penelitian
Program ini mendukung penerapan hasil riset secara langsung ke industri dan masyarakat sehingga inovasi tidak berhenti di laboratorium.

Program Pengembangan Kemitraan Multi Pihak
Mendorong kolaborasi penelitian secara luas antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, hingga sektor internasional.

Program Pengabdian kepada Masyarakat
Meliputi pendanaan seperti Kosabangsa, Program Inovasi Seni Nusantara (PISN), dan Mahasiswa Berdampak yang mendorong transfer inovasi ke publik.

Baca Juga: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Tegaskan Tak Ada Iuran atau Pendaftaran Resmi untuk Berjualan di CFD Tegar Beriman

Seluruh program akan direalisasikan melalui skema pendanaan yang akan diumumkan secara bertahap.

Dosen dan peneliti perguruan tinggi dapat mengikuti informasi lebih lanjut melalui laman resmi BIMA Kemdiktisaintek. ***