POJOKSATU.id — Di era serba digital seperti sekarang, profesi di bidang desain semakin dilirik banyak orang, terutama posisi UI (User Interface) dan UX (User Experience) designer.

Meski sering disamakan, keduanya memiliki peran dan fokus yang berbeda, tapi sama-sama penting dalam menciptakan produk digital yang menarik dan nyaman digunakan.

UI designer berperan dalam menciptakan tampilan visual dari aplikasi atau situs web. Mereka bertanggung jawab atas pemilihan warna, bentuk tombol, ikon, dan tata letak yang membuat pengguna merasa betah.

Baca Juga: Bukan Cuma Pengalaman, Begini Cara Anak Magang Bisa Diterima Jadi Karyawan Tetap

Sementara itu, UX designer lebih fokus pada bagaimana pengalaman pengguna berjalan dengan baik. Mulai dari kemudahan navigasi, alur penggunaan, hingga kepuasan secara keseluruhan saat berinteraksi dengan produk.

Singkatnya, UI mengurusi tampilan, UX memastikan pengalaman pengguna berjalan sempurna.

Misalnya, ketika kamu menggunakan aplikasi e-commerce, UI designer mendesain tombol “Beli Sekarang” agar menarik, sementara UX designer memastikan proses pembelian terasa mudah dan tidak membingungkan.

Baca Juga: PT Surveyor Indonesia Buka Lowongan Empat Posisi Supervisor, Penempatan di Kalimantan

Dari segi keahlian, UI designer harus memahami prinsip desain visual, penguasaan tools seperti Figma, Adobe XD, hingga sensitivitas terhadap warna dan bentuk.

Sementara itu, UX designer lebih banyak menggunakan riset pengguna, analisis data, dan pengujian prototipe untuk memastikan kebutuhan pengguna terpenuhi dengan baik.

Lalu, soal prospek karier, keduanya sama-sama menjanjikan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap UX designer cenderung lebih tinggi.

Baca Juga: Pentingnya Menghitung Waktu Efektif dan Waktu Tidak Efektif dalam Kalender Pendidikan untuk Rencana Pembelajaran yang Akurat

Hal ini karena perusahaan semakin sadar bahwa keberhasilan produk digital tidak hanya tergantung pada tampilan, tapi juga pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Dari segi gaji, profesi UI/UX designer juga tergolong kompetitif. Di Indonesia, gaji pemula berkisar antara Rp6 juta hingga Rp10 juta per bulan, sementara posisi senior bisa mencapai Rp20 juta ke atas, tergantung pengalaman dan perusahaan tempat bekerja.

Jadi, mana yang lebih menjanjikan? Semua kembali pada minat dan bakatmu. Jika kamu suka bermain dengan warna, bentuk, dan estetika visual, UI designer bisa jadi pilihan tepat.

Baca Juga: KULIAH GRATIS KE RUSIA! Ini Cara Daftar Beasiswanya, Jaminan Akomodasi, Tunjangan Bulanan, dan Kelas Bahasa untuk Mahasiswa Indonesia

Namun, kalau kamu lebih tertarik memahami perilaku manusia dan menciptakan pengalaman digital yang efektif, UX designer layak kamu pertimbangkan untuk karier jangka panjang.***