POJOKSATU.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan anak Indonesia memperoleh pendidikan bermutu.
Kunjungan kerja ini berlangsung pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Baca Juga: Sekolah Garuda di Lebak, Dinilai Dorong Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Lahan Siap Dibangun?
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan.
Serta meninjau pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Indonesia.
“Selama ini ada anggapan pemerintah kurang memperhatikan sarana sekolah di daerah, namun kehadiran kami di sini membuktikan sebaliknya,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menekankan bahwa jarak dan letak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Pemerintah juga berupaya agar semua sekolah di Indonesia mendapatkan dukungan yang sama.
Mendikdasmen juga meninjau beberapa sekolah penerima bantuan, seperti SMPN 14 Kei Kecil, SMA Sanata Karya Langgur, dan SMA Muhammadiyah Tual.
Bantuan yang diberikan meliputi revitalisasi sarana sekolah dan perangkat digital pembelajaran berupa Interactive Flat Panel (IFP).
“Program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran melalui perangkat IFP ini merupakan upaya Presiden untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tutur Abdul Mu’ti.
Kepala SMA Sanata Karya Langgur, Fransiska Jaftoran, menyampaikan rasa haru dan bangga atas kunjungan Mendikdasmen.
Ini menjadi kunjungan pertama seorang menteri ke sekolahnya sejak berdiri 69 tahun lalu.
“Kami sangat bersyukur karena sekolah kami akhirnya mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat,” ungkap Fransiska.
Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Minta GP Ansor Wujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui BUMA
Ia menjelaskan bahwa penggunaan papan interaktif sangat membantu proses belajar mengajar karena membuat pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
“Tidak hanya pelajaran Matematika, tapi semua mata pelajaran kini terasa lebih hidup dan menyenangkan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMA Muhammadiyah Tual, Asrori, yang merasa bangga atas apresiasi Mendikdasmen terhadap suasana positif di sekolahnya.
Baca Juga: Menuju Top 100 QS, Mendiktisaintek Dorong Sinergi PTN BH
“Pak Menteri menyampaikan bahwa suasana sekolah kami nyaman dan penuh semangat belajar,” katanya.
Kunjungan yang berlangsung pada 24 Oktober 2025 ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok negeri.
Program bantuan sarana dan digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung semangat belajar siswa di seluruh Indonesia.***




