POJOKSATU.id — Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional.
Melalui Konferensi Internasional Ketiga tentang Teknologi Konvergensi dalam Teknik Elektro dan Informatika atau ICCTEIE 2025, Unila menunjukkan peran aktifnya dalam membangun masa depan energi bersih di era kecerdasan buatan.
Mengusung tema “The Future of Energy Transition in the Era of Artificial Intelligence”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung.
Baca Juga: SKTP Terbit Tapi TPG Triwulan 3 Masih Belum Dicairkan? Ini Lho Ternyata 4 Hal yang Jadi Penyebabnya!
Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Suripto Dwi Yuwono, secara resmi membuka konferensi tersebut mewakili Rektor Unila.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk merumuskan strategi energi berkelanjutan berbasis inovasi teknologi.
"Unila berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama global dan riset inovatif di bidang artificial intelligence serta energi bersih," ujarnya.
Baca Juga: Inovasi Profesor Undip, Ubah Air Limbah Industri Jadi Jernih dengan Teknologi Plasma Ozon
Konferensi ini menghadirkan berbagai pakar dari dalam dan luar negeri yang membagikan gagasan dan hasil riset terkini.
Dari Jerman, Ralf Muller memaparkan bagaimana sistem energi berbasis kecerdasan buatan mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan di masa depan.
Dari Indonesia, Samuel Pasaribu dari TelkomInfra menjelaskan pentingnya infrastruktur digital dalam mendukung ekosistem energi cerdas.
Baca Juga: Kabar Terbaru Pencairan TPG 2025: Daftar Lengkap Daerah yang Sudah Terima Dana TPG Triwulan III
Sementara Chairani Rachmatullah dari PLN menyoroti strategi percepatan transisi ke energi bersih melalui digitalisasi sektor ketenagalistrikan.
Dari Malaysia, Muzaffar Hamzah mengulas integrasi sistem tenaga listrik berbasis data untuk mendukung efisiensi energi.
Sedangkan Daniel Eghbal dari Australia menyoroti peluang besar kolaborasi riset internasional dalam pengembangan teknologi energi masa depan.
Baca Juga: Dari 552 Daerah, Hanya 321 yang Lolos: Ini Kriteria Penerima TPG 100 Persen 2025
Tak ketinggalan, akademisi Unila turut menampilkan riset unggulan mereka.
Melalui paparan Sri Ratna, ditunjukkan kontribusi riset elektro–informatika Unila dalam mendukung program transisi energi di Indonesia.
Lewat ICCTEIE 2025, Unila tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat kolaborasi dan inovasi lintas negara.
Baca Juga: Dari 552 Daerah, Hanya 321 yang Lolos: Ini Kriteria Penerima TPG 100 Persen 2025
Konferensi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu berkontribusi dalam menciptakan solusi energi cerdas dan berkelanjutan.
“Semoga dari Lampung lahir gagasan besar yang dapat mendorong dunia menuju masa depan energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” tutup Suripto. ***




