POJOKSATU.id - Pendidikan merupakan salah satu aspek pentiing yang perlu menjadi perhatian pemerintah di setiap negara, termasuk Indonesia.
Dalam pemerintahan Presiden Prabowo terdapat dua jenis sekolah umum yang berjalan, yaitu sekolah rakyat dan sekolah negeri.
Kedua jenis sekolah ini hadir untuk memberikan pendidikan berkualitas dan merata untuk semua anak dari berbagai kalangan.
Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa, terdapat beberapa perbedaan yang perlu untuk diketahui baik dari segi fasilitas, kurikulum, hingga akses dan sasarannya.
Berikut ini adalah 5 perbedaan antara sekolah rakyat dan sekolah umum.
1. Status dan Pembiayaan
Sekolah negeri dikelola langsung oleh pemerintah, baik aturan administrasi hingga penggajian tenaga pendidiknya.
Sekolah ini menerapkan sistem bebas biaya kepada siswa karena ditanggung langsung oleh negara atau membayar sebagian kecil melalui subsidi dari APBN atau APBD.
Sementara sekolah rakyat versi modern saat ini untuk pembiayaan seratus persen gratis dan sasarannya dikhususkan untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
2. Fasilitas
Sekolah negeri memiliki bangunan permanen, ruang kelas yang layak dan fasilitas belajar mengajar yang lengkap, termasuk laboratorium, perpustakaan dan akses teknologi.
Sekolah rakyat menyediakan fasilitas gratis kepada siswa berupa asrama sebagai tempat tinggal, makanan, seragam, hingga kebutuhan dasar lainnya.
3. Tenaga Pendidik
Para guru di sekolah negeri rata-rata berstatus PNS atau honorer yang bersertifikat dan telah melalui tahap pelatihan formal yang diatur langsung oleh sistem pendidikan nasional.
Sekolah rakyat memiliki sistem terbuka dalam perekrutan tenaga pendidik. Para relawan pendidikan juga dapat bergabung dengan pendampingan sosial.
4. Kurikulum
Jenis kurikulum yang diterapkan oleh kedua jenis sekolah ini sama-sama mengacu pada kurikulum nasional Kementerian Pendidikan. Namun sekolah nasional lebih mengacu pada kurikulum merdeka.
Sementara sekolah rakyat penerapan kurikulum nasional yang diperkuat berkaitan dengan tiga aspek, yaitu penguatan karakter, sosial, dan emosional.
5. Akses dan Sasaran
Sekolah negeri tersebar di beberapa wilayah, baik perkotaan maupun padat penduduk dengan akses yang terbuka.
Sekolah rakyat dari sisi lokasinya dirancang khusus bagi daerah terpencil, tertinggal, dan minim akses pendidikan karena tujuan utamanya adalah pemerataan pendidikan.
Meskipun terdapat perbedaan, kedua jenis sekolah ini memiliki tujuan dan sasarannya masing-masing.
Baik sekolah rakyat ataupun sekolah negeri keduanya merupakan pilar pendidikan di Indonesia yang berperan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa.***




