POJOKSATU.id, PEMERINTAH resmi meluncurkan 12 Sekolah Garuda yang akan mulai membuka pendaftaran siswa baru pada Juni 2026 mendatang.
Dari total tersebut, tujuh di antaranya merupakan SMA negeri unggulan dari berbagai wilayah Indonesia.
Program Sekolah Garuda dirancang untuk menjadi wadah bagi anak-anak berprestasi dari seluruh daerah agar mampu menembus kampus-kampus terbaik dunia.
Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi pendidikan nasional yang inklusif dan berorientasi global.
“Sekolah Garuda menjadi penyempurnaan orkestrasi transformasi pendidikan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, seperti dikutip dari laman Komdigi, KamiS, 9 Oktober 2025.
Baca Juga: Keluhan Guru di 2025: Sudah Mengajar 20 Tahun, Tunjangan Masih Tersendat
Perluas Akses Pendidikan Unggul dan Inklusif
Menurut Prof. Stella, Sekolah Garuda merupakan realisasi visi besar Presiden Prabowo dalam melahirkan generasi unggul di bidang sains dan teknologi yang siap membawa Indonesia menuju Generasi Emas 2045.
“Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif.
Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi di penjuru negeri,” ujarnya.
Program ini tak hanya fokus pada kualitas akademik, tetapi juga menjamin kesempatan yang adil bagi siswa dari berbagai latar belakang sosial dan daerah.
Sekolah Garuda menjadi simbol pemerataan kesempatan untuk belajar dan berprestasi di tingkat nasional.
Daftar 7 SMA Negeri yang Jadi Sekolah Garuda
1. SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh)
2. MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan)
3. SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta)
4. SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur)
5. SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan)
6. MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo)
7. SMAN Siwalima Ambon (Maluku)
Sekolah-sekolah tersebut menjadi model percontohan dalam penerapan pendidikan berbasis sains, teknologi, dan karakter.
Syarat Masuk Sekolah Garuda
Proses seleksi masuk Sekolah Garuda akan menekankan pada penilaian prestasi akademik siswa melalui tiga mata pelajaran utama, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan satu mata pelajaran tambahan sesuai jurusan.
Selain itu, seleksi juga mempertimbangkan tiga aspek utama: prestasi akademik, latar belakang ekonomi, dan latar belakang geografi.
“Penerimaan itu hanya berdasarkan tiga hal: prestasi, latar belakang ekonomi, dan geografi,” jelas Stella Christie.
Pemerintah juga menyiapkan skema beasiswa penuh bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat belajar tanpa terbebani biaya.
Perluasan Sekolah Garuda Baru
Tak berhenti di 12 sekolah pertama, pemerintah juga menyiapkan pembangunan empat Sekolah Garuda Baru di daerah prioritas, yaitu Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).
Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan sebanyak 80 sekolah akan bergabung dalam jaringan Sekolah Garuda Transformasi, dengan pembangunan 20 sekolah baru di berbagai wilayah.
Langkah ini menandai komitmen serius pemerintah dalam menghadirkan pendidikan unggul yang merata dari Sabang hingga Merauke.
Baca Juga: Pengumuman Akhir STIS 2025, Ini Link dan Tahapan Selanjutnya untuk Peserta Lolos
Sekolah Garuda menjadi simbol bahwa setiap anak Indonesia, dari manapun asalnya, berhak mendapat kesempatan untuk tumbuh, bermimpi, dan bersaing di dunia global. ***




