POJOKSATU.id — Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar pelatihan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Mengambil tema “Smart Farming untuk Kelompok Wanita Tani (KWT): Dari Hidroponik ke Pertanian Cerdas”, program ini digelar pada Rabu (1/10/2025) lalu di Posko PPK Ormawa HIMATIP.
Menariknya, kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam memberdayakan kelompok perempuan desa agar mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern secara efektif dan berkelanjutan.
Peserta yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani tampak antusias mengikuti pelatihan yang menggabungkan dua hal menarik: budidaya hidroponik dan teknologi Internet of Things (IoT).
Keduanya dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjawab tantangan modernisasi sektor pertanian.
Hudzaifah Al Hazmi, pemateri pertama dari BEM FAPERTA UNIDA, menjelaskan konsep dasar hidroponik sebagai metode budidaya tanaman tanpa tanah yang menggunakan air bernutrisi.
“Hidroponik memiliki banyak manfaat, seperti menghasilkan tanaman segar, bebas pestisida, dan bisa dilakukan di lahan sempit.
Syarat tumbuhnya juga sederhana, cukup cahaya matahari, oksigen, suhu yang sesuai, dan air bernutrisi,” ujarnya.
Sesi berikutnya disampaikan oleh M. Rizki Rianto dari Tim IoT UNIDA yang mengenalkan penerapan teknologi Internet of Things dalam sistem hidroponik.
Baca Juga: Malam Minggu Kalian Dijamin Gak Bakalan Basi! Pemprov DKI Hadirkan Night Safari di Ragunan
“Sistem IoT memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara real-time melalui sensor yang terhubung ke internet.
Data seperti suhu, pH, dan nutrisi bisa dipantau langsung. Teknologi ini membuat pertanian lebih efisien, hemat sumber daya, dan minim intervensi manual,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa dengan penerapan sistem otomatisasi seperti pengisian air, pemberian nutrisi, hingga penyemprotan pestisida, pertanian kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi alam, melainkan bisa dikontrol secara cerdas dan mandiri.
Baca Juga: Malam Minggu Kalian Dijamin Gak Bakalan Basi! Pemprov DKI Hadirkan Night Safari di Ragunan
Ketua KWT, Ibu Rina Sampurna, turut menyampaikan apresiasinya.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan perempuan desa.
“Ke depan, kami ingin mengembangkan hidroponik ini sebagai usaha kelompok dan menerapkan teknologi IoT agar hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya.
Baca Juga: 5 Fakta Ledakan di Gedung Farmasi Tangsel hingga Lukai Balita
Selain teori, peserta juga mendapat kesempatan praktik langsung melihat cara kerja sistem hidroponik dan pemantauan tanaman otomatis.
Dengan pendekatan belajar yang interaktif, kegiatan ini membuka peluang bagi perempuan desa untuk menjadi pelaku utama dalam pertanian cerdas masa depan.***




