POJOKSATU.id — Universitas Indonesia (UI) resmi membuka Program Studi (Prodi) Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom).
Keputusan ini disahkan oleh Senat Akademik UI pada Jumat (3/10/2025) dan diumumkan kepada publik pada Minggu (5/10/2025).
Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen UI dalam mencetak generasi baru yang mampu bersaing di era revolusi digital.
Prodi ini diharapkan melahirkan inovator dan profesional AI yang berdaya saing internasional serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Pembukaan prodi ini bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memahami cara kerja sistem cerdas dan otomatisasi teknologi.
Baca Juga: Sekolah Garuda Hadir di 16 Lokasi, Target 80 Sekolah di Tahun 2029, Ini Bedanya dengan Sekolah Lain
Menurut keterangan dari laman resmi Fakultas Ilmu Komputer UI, penerimaan mahasiswa baru untuk Prodi Kecerdasan Artifisial akan dimulai pada tahun akademik 2026/2027.
“Bidang minat kecerdasan artifisial memberikan pengetahuan tentang berbagai teknik dalam melakukan komputasi secara cerdas untuk berbagai aplikasi,” tulis pernyataan resmi di situs Fasilkom UI.
Mahasiswa nantinya akan dibekali dengan dasar matematika yang kuat, kemampuan analisis tinggi, serta penguasaan teknologi modern, baik dari sisi teori maupun praktik sesuai standar nasional dan internasional.
Prospek Cerah Lulusan
Program studi Kecerdasan Artifisial menawarkan peluang karier yang luas dan menjanjikan.
Lulusan jurusan ini akan memiliki kemampuan mengembangkan sistem cerdas yang mampu berpikir, beradaptasi, dan belajar layaknya manusia.
Keahlian tersebut sangat dibutuhkan di berbagai sektor, seperti:
-
Teknologi informasi dan komunikasi
-
Kesehatan
Baca Juga: Guru PAUD hingga SD Jadi Fokus Utama, Kemendikdasmen Wajibkan Belajar 13 Tahun
-
Keuangan dan perbankan
-
Otomotif dan manufaktur
-
Pendidikan
-
Pertahanan dan keamanan
Profesi yang bisa dijalani pun beragam, mulai dari AI engineer, data scientist, machine learning specialist, robotic engineer, hingga AI consultant.
Menurut laporan World Economic Forum, bidang kecerdasan buatan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan karier tercepat hingga tahun 2030, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga ahli dalam otomasi dan transformasi digital di seluruh dunia.
Daftar Mata Kuliah Prodi Kecerdasan Artifisial UI
Berikut beberapa mata kuliah yang ditawarkan dalam Prodi Kecerdasan Artifisial UI, sebagaimana tercantum di situs resmi Fasilkom:
-
Bioinformatika
-
Jejaring Semantik
-
Kerja Praktik
-
Knowledge-based AI
-
Logika Komputasional
-
Pemelajaran Mesin (Machine Learning)
Baca Juga: Lolos Verifikasi, Simak Panduan Guru Menyusun RPP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka
-
Penambangan Data (Data Mining)
-
Pengajaran Berbantuan Komputer
-
Pengolahan Bahasa Manusia (Natural Language Processing)
-
Pengolahan Citra dan Multimedia
-
Perolehan Informasi
-
Persamaan Diferensial
-
Robotika
-
Simulasi dan Pemodelan
-
Sistem Informasi Geografis
Dengan kombinasi tersebut, mahasiswa akan memperoleh pemahaman lintas disiplin yang menggabungkan ilmu komputer, matematika, dan teknologi mutakhir berbasis AI.
Baca Juga: 10 Platform Terbaik untuk Membuat Soal Ujian dengan AI, Guru Jadi Lebih Hemat Waktu!
Kampus Lain di Indonesia
Sebelum UI, beberapa universitas di Indonesia telah lebih dulu membuka jurusan serupa.
-
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan program Sarjana Rekayasa Kecerdasan Artifisial.
-
Universitas Bina Nusantara (Binus) yang menawarkan program Artificial Intelligence and Robotics.
Baca Juga: 15 Aplikasi AI yang Bisa Membuat Belajar Jadi Lebih Seru dan Efektif
-
Universitas Pelita Harapan (UPH) juga memiliki program studi Artificial Intelligence (AI) yang fokus pada penerapan teknologi pintar di industri kreatif dan bisnis digital.
Kehadiran Prodi AI di UI akan memperkuat ekosistem pendidikan kecerdasan buatan di Indonesia, sekaligus membuka kolaborasi riset dan inovasi di tingkat nasional maupun global.
Universitas Terbaik Dunia
Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan atau melakukan riset lebih lanjut di bidang AI, berikut universitas terbaik di dunia yang dikenal unggul dalam program Kecerdasan Artifisial:
-
Massachusetts Institute of Technology (MIT) – Amerika Serikat
Dikenal sebagai kampus terbaik dunia di bidang AI dengan riset mendalam tentang machine learning, robotics, natural language processing, dan computational neuroscience. -
Stanford University – Amerika Serikat
Pelopor penelitian AI global dan pengembang berbagai teknologi dasar sistem kecerdasan buatan modern. -
Carnegie Mellon University (CMU) – Amerika Serikat
Baca Juga: 5 Kunci Jawaban Cerita Reflektif, Pahami Langkah Guru Mengenali Emosi Diri dan Menjaga Relasi Agar CASEL Berjalan Efektif
Memiliki laboratorium AI terbesar di dunia dengan fokus pada autonomous systems dan robotics. -
University of California, Berkeley (UC Berkeley) – Amerika Serikat
Dikenal dengan pendekatan interdisipliner antara ilmu komputer, data science, dan AI, serta banyak melahirkan inovator teknologi dunia. -
University of Oxford – Inggris
Menonjol dalam pengembangan AI yang berfokus pada etika, keamanan, dan penerapan sosial-ekonomi. -
ETH Zurich – Swiss
Menjadi pusat riset AI terbesar di Eropa dengan keunggulan pada bidang computer vision dan deep learning. -
Tsinghua University – Tiongkok
Dijuluki “MIT-nya Asia”, universitas ini fokus pada teknologi AI untuk industri, sistem otonom, dan big data. -
University of Cambridge – Inggris
Unggul dalam bidang machine learning, sains kognitif, dan sistem adaptif yang terus berkembang.
Dengan hadirnya Prodi Kecerdasan Artifisial di UI, Indonesia menambah satu lagi langkah besar menuju masa depan teknologi yang mandiri dan berdaya saing global.
Dunia kerja masa depan akan menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif — hal yang kini menjadi inti dari pembelajaran AI di perguruan tinggi. ***
Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Versi Android
-
Versi iOS
-
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




