POJOKSATU.id, PEMERINTAH melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan program magang bergaji Upah Minimum Proinsi (UMP) dengan kuota 20.000 orang.
Program ini hadir sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa program ini ditujukan khusus bagi lulusan perguruan tinggi yang baru lulus maksimal satu tahun.
Baca Juga: Budaya Literasi dan Pendidikan STEM Jadi Program Kemendikdasmen
“Magang lulusan daripada perguruan tinggi dengan kriteria maksimum fresh graduate 1 tahun, apakah itu S1, D3, dan yang lain, itu di-link and match-kan dengan dikerjasamakan dengan sektor industri,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan bahwa peserta akan mendapatkan uang saku setara UMP selama enam bulan.
“Di mana penerima manfaat di tahap pertama 20.000 orang dan selama proses bekerja diberikan uang satu sebesar upah minimum, UMP, dan ini untuk enam bulan, dan anggarannya sudah disediakan sebesar Rp198 miliar,” ujarnya.
Baca Juga: Program KJMU 2026 Buka Peluang Mahasiswa Jakarta Kuliah S2 dan S3 di Luar Negeri
Program magang bergaji UMP ini diyakini mampu memberikan sejumlah manfaat strategis. Salah satunya adalah membantu menekan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, dari total 7,28 juta pengangguran di Indonesia, sekira 1,01 juta orang di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi.
Selain itu, program ini diharapkan dapat:
- Membantu industri memperoleh tenaga kerja muda yang lebih siap.
- Memberikan pengalaman kerja nyata yang memperkuat portofolio peserta.
- Menjembatani kesenjangan antara keterampilan akademik dan kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga: Kemendikdasmen Berikan Pendampingan Digital untuk Guru, Cek Link Login LMS di Sini!
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Langkah ini dianggap penting untuk membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global. ***




