POJOKSATU.id — Pesantren Award 2025 memasuki tahap seleksi, ratusan tokoh diusulkan sejak 11 hingga 20 Agustus 2025 dan penghargaan diumumkan pada Hari Santri.
Direktur Pesantren Basnang Said menyebut proses seleksi berlangsung ketat dengan melibatkan banyak pihak agar penghargaan tepat sasaran kepada tokoh maupun lembaga pesantren.
“Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga turut mendukung dengan menerbitkan surat kawat kepada pemerintah daerah untuk mengusulkan kepala daerah,” jelas Basnang di Jakarta.
Baca Juga: Alonso Geram dengan Kartu Merah Huijsen: Menurutnya Itu Hanya Kuning, Madrid Tetap Menang!
“Dari proses itu, ada 45 pemerintah daerah yang mengajukan usulan,” sambungnya menegaskan dukungan nyata dari berbagai daerah untuk penghargaan tersebut.
Selain dari pemerintah daerah, lanjut Basnang, Kemenag juga membuka ruang bagi Kanwil serta organisasi kemasyarakatan Islam untuk mengajukan kandidat penerima penghargaan Pesantren Award.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penetapan akhir penghargaan sepenuhnya menjadi kewenangan dewan juri independen yang sudah resmi dibentuk untuk tahun ini.
Baca Juga: Bersama 15 Ribu Pramuka Muslim, Raffi Ahmad Basah Kuyup di WMSJ 2025, Apa yang Terjadi?
Pesantren Award 2025 terdiri atas empat kategori utama: Kepala Daerah Peduli Pesantren, Pesantren Transformatif, Santri Inspiratif, dan Tokoh Pesantren (Lifetime Achievement).
“Kemenag memberikan kepercayaan penuh kepada dewan juri untuk menetapkan para penerima penghargaan, termasuk untuk kategori bergengsi Lifetime Achievement,” imbuh Basnang menambahkan.
Ketua Tim Penilai Alissa Wahid menegaskan kredibilitas Pesantren Award 2025 sangat ditentukan oleh kualitas seleksi yang dijalankan dengan hati-hati pada tahun ini.
Baca Juga: PLN Pulihkan Listrik Pascabencana, Aktivitas Warga Bali Kembali Normal
Ia menjelaskan bahwa jumlah usulan yang masuk mencerminkan antusiasme luar biasa dari ekosistem pesantren yang ikut mendukung terselenggaranya penghargaan ini.
“Ada 132 usulan untuk kategori Santri Inspiratif, 118 usulan untuk kategori Pesantren Transformatif, dan puluhan usulan untuk kategori kepala daerah,” kata Alissa.
“Setelah seleksi administrasi, hanya 10 kandidat per kategori yang masuk daftar pendek kemudian disaring lagi menjadi 3 finalis,” tambahnya menjelaskan proses.
Baca Juga: Wisuda UI 2025 Ricuh, Rektor Diteriaki Zionis oleh Para Wisudawan
Menurut Alissa, kategori Lifetime Achievement diseleksi secara khusus oleh tim juri karena menyangkut kiprah tokoh pesantren berpengaruh besar bagi kemajuan pendidikan.
“Penghargaan ini nantinya juga dilengkapi dengan penerbitan karya tulis para tokoh pesantren penerima penghargaan oleh Kemenag,” jelasnya menambahkan keterangan resmi.
Rangkaian penjurian dijadwalkan dua tahap, sidang daring pada 18 September 2025 untuk menetapkan finalis dan sidang luring 22–24 September 2025 berikutnya.
Baca Juga: Dandim 0604: Sinergi TNI dan Rakyat Jadi Fondasi Kemajuan Karawang
Pada sidang luring, para finalis diwajibkan presentasi dan wawancara di hadapan dewan juri independen sebelum diputuskan penerima penghargaan pada Hari Santri.
Alissa menegaskan Pesantren Award harus menjadi panggung apresiasi yang kredibel, inspiratif, serta berdampak nyata bagi ekosistem pesantren di seluruh Indonesia.
“Ini bukan sekadar seremoni. Penghargaan ini harus menjadi standar baru bagi kualitas dan dedikasi dunia pesantren,” pungkas Alissa menutup pernyataan.
Baca Juga: Panitia Festival Merah Putih 2025 Dibubarkan, Dedie Rachim Apresiasi Regenerasi Kepengurusan
Ajang ini diharapkan memotivasi insan pesantren, memperkuat peran pesantren sebagai pilar penting dalam pendidikan Islam dan pembangunan sumber daya manusia nasional. ***




