POJOKSATU.id — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung membawa inovasi unik dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Mereka menggagas pembuatan kaki prostetik berbahan dasar limbah plastik sebagai upaya pemberdayaan penyandang disabilitas.
Dalam proyek ini, mereka menggandeng Iwan Ridwan, seorang difabel sekaligus pengrajin kaki prostetik yang selama ini memproduksi kaki palsu menggunakan plat plastik nilon.
Baca Juga: Panitia Festival Merah Putih 2025 Dibubarkan, Dedie Rachim Apresiasi Regenerasi Kepengurusan
Namun, bahan tersebut masih sulit didapatk di Indonesia dan harganya relatif mahal.
“Biasanya saya memesan bahan baku nilon dengan biaya jutaan rupiah dan waktu tunggu lama. Kalau bisa memanfaatkan bahan yang lebih ekonomis sekaligus ramah lingkungan, tentu sangat membantu,” ujar Iwan, Selasa (9/8/2025).
Tim KKN UIN Bandung kemudian memanfaatkan plastik High-Density Polyethylene (HDPE) yang banyak ditemukan pada tutup botol dan galon, sebagai alternatif bahan baku.
Baca Juga: Kerusuhan Nepal dan Prancis Harus Jadi Renungan Bagi Pejabat-pejabat di Indonesia
Inovasi ini menghasilkan prostetik yang kuat, fleksibel, dan lebih terjangkau.
Bagi tim mahasiswa, ini bukan kali pertama mereka bereksperimen. Pada 2024, mereka pernah menguji pembuatan soket prostetik berbahan daur ulang dari industri lokal, dan hingga kini alat tersebut masih digunakan penerima manfaat untuk aktivitas sehari-hari.
Tak hanya fokus pada prostetik, program KKN ini juga berkolaborasi dengan komunitas Persatuan Para Difabel Indonesia (PPDI) binaan Indonesia Power PLN.
Baca Juga: 6 Cara Efektif Mengatasi Inbox Gmail Penuh dan Menumpuk
Komunitas ini mengelola berbagai usaha, mulai dari produksi makanan, budidaya jamur dan lele, hingga pengembangan motor listrik.
Selain pemberdayaan disabilitas, mahasiswa UIN Bandung mendorong terbentuknya Bank Sampah Unit (BSU) di RW 05.
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah ke sungai atau membakarnya, serta memberikan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Baca Juga: Warga Plawad Kompak Gelar Doa Bersama Peringati HUT Karawang ke-392
“Kami berharap kesadaran masyarakat tumbuh, bahwa sampah bisa ditabung di bank sampah dan menghasilkan imbalan yang bermanfaat,” kata Siti Hanin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan angkatan 2022.
Langkah mahasiswa UIN Bandung ini diharapkan menghadirkan perubahan nyata di Malangbong, baik dalam aspek sosial, lingkungan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. ***



