POJOKSATU.ID - Pernyataan sikap dari SMA Kolese Gonzaga menekankan bahwa sebagai pelajar Indonesia, siswa harus menjunjung tinggi prinsip demokrasi dalam upaya menyampaikan aspirasi.

Namun, kebebasan ini harus digunakan secara bertanggung jawab.

Aksi demonstrasi yang diciptakan untuk kondisi kurang kondusif di negara ini, muncul dari ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, wakil rakyat, dan aparat penegak hukum yang dinilai kurang berpihak pada rakyat kecil.

Sekolah menyatakan bahwa sebagai pelajar, siswa memiliki kewajiban moral serta berpegang pada Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: Gaji Pasukan Putih DKI Jakarta 2025 Tembus Rp5,3 Juta? Ini Fasilitas & Tugas Lengkapnya

Kebebasan berpendapat adalah hak semua orang, tetapi harus digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Sekolah meminta agar siswa tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut dalam demonstrasi yang bisa menimbulkan hoaks atau misinformasi, serta menghindari ujaran kebencian, kekerasan hati, dan provokasi horisontal.

Sekolah menyarankan agar aspirasi disalurkan melalui jalur-jalur yang benar, seperti dialog, diskusi, dan penyampaian secara efektif dan damai.

Dalam pernyataan ini, sekolah menyoroti bahwa demonstrasi harus didasari oleh itikat baik untuk perbaikan, bukan untuk kepentingan sepihak atau golongan.

Baca Juga: Sponsorship Freeport Picu Polemik, Musisi Pilih Mundur dari Pestapora

Mereka juga mengingatkan bahwa semua aspirasi yang disampaikan harus ditindaklanjuti dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.

Secara keseluruhan, sekolah tidak melarang siswanya untuk berpendapat.

Melainkan mendorong mereka untuk menyalurkan aspirasi secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan hukum, demi menjaga ketertiban dan kedamaian bersama.***

 

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala