POJOKSATU.id — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi melepas 113 relawan mahasiswa dalam program “UNJ Mengabdi 2025” di Plaza UNJ, Kamis (4/9/2025).
Pelepasan dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, didampingi Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Yasep Setiakarnawijaya.
Sebanyak 83 mahasiswi dan 30 mahasiswa akan mengabdi selama enam hari, mulai Senin (8/9/2025), di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Tahun ini, program tersebut mengusung tema “Bangkit Bersama, Tumbuh Berkelanjutan” sebagai wujud nyata UNJ menjadi kampus berdampak.
Baca Juga: Jangan Terkecoh! Gaji Pensiunan PNS September 2025 Belum Ada Kenaikan
Ketua Pelaksana, Agung Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian dirancang untuk memberi dampak positif melalui empat bidang utama: pendidikan, kesehatan dan kebencanaan, lingkungan, serta ekonomi kreatif dan kepemudaan.
Program ini juga menggandeng BPBD, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, KLHK, dan sejumlah instansi lainnya.
Di bidang pendidikan, relawan fokus meningkatkan kualitas pembelajaran lewat pengajaran interaktif di sekolah, pelatihan guru, hingga lokakarya masyarakat.
Sementara di bidang kesehatan dan kebencanaan, mereka mengadakan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan pertolongan pertama, serta simulasi tanggap bencana bersama BPBD.
Baca Juga: Revitalisasi Kampus Unri Dumai, Pihak Unri dan Pemko Dumai Sepakat Perkuat Akses Pendidikan
Pada aspek lingkungan, mahasiswa melakukan penanaman mangrove untuk mencegah abrasi, pelatihan daur ulang sampah, penghijauan, hingga pembersihan lingkungan.
Adapun di sektor ekonomi kreatif dan kepemudaan, para relawan akan mendampingi masyarakat mengembangkan keterampilan, usaha kecil, serta memperkuat kelompok pemuda kreatif untuk memperluas pasar produk lokal.
Prof Ifan Iskandar menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“UNJ Mengabdi adalah wadah untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah sekaligus menyalurkan idealisme mahasiswa agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap program ini dapat mengasah empati, kepedulian sosial, serta kemampuan pemecahan masalah mahasiswa.
“Idealisme mahasiswa ibarat api yang menyala. Namun, api itu harus diarahkan agar memberi manfaat, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Prof. Ifan juga berpesan agar relawan menjaga kesehatan, menghormati kearifan lokal, dan menjaga citra positif UNJ.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki daya juang dan keberanian untuk terjun langsung dalam dinamika masyarakat. Dari Pulau Kelapa Dua, semoga lahir pengalaman hidup yang menempa mahasiswa menjadi agen perubahan,” pungkasnya.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:



