POJOKSATU.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa keberhasilan program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya bergantung pada modernisasi sarana dan prasarana.
Ia menegaskan bahwa kunci utama dari revitalisasi ini adalah penguatan kompetensi guru dan soft skill siswa.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Revitalisasi SMK Tahap 8 di Jakarta.
Menurut Mu’ti, guru memiliki peran sentral sebagai agen peradaban.
Guru SMK tidak hanya bertugas sebagai penyampai ilmu, tetapi juga harus mampu mentransfer nilai, akhlak, dan karakter kepada siswa.
Baca Juga: Kemendikdasmen Keluarkan Edaran Pembelajaran untuk Pendidikan yang Aman dan Adaptif!
Tanpa kehadiran guru yang profesional, kompeten, dan bermoral, peralatan canggih di sekolah hanya akan menjadi pendukung yang kurang maksimal.
Selain itu, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya pengembangan soft skill seperti etos kerja, kemandirian, kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi di era digital.
Ia berharap, SMK tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja (job creator).
Fokus pada penguatan kualitas guru dan soft skill ini diharapkan dapat mencetak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan daya saing yang tinggi.***




