POJOKSATU.ID- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Djuanda dalam kegiatan penyuluhan anti-narkoba sebagai bagian dari strategi edukasi kreatif bagi generasi muda.

Kegiatan ini berlangsung di kantor BNN Kabupaten Bogor dan sejumlah sekolah di wilayah Bogor.

Mahasiswa KKL Universitas Djuanda berperan aktif dalam dokumentasi, pembuatan konten media sosial, dan pendampingan penyuluhan.

Tujuan utama kegiatan ini adalah menyebarkan informasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba secara efektif dan menjangkau audiens muda melalui platform digital seperti Instagram, Reels, dan Stories.

Baca Juga: Menlu Sugiono Masuk Deretan Penerima Bintang Mahaputera Utama

Panji Laksono, Humas BNN Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa tim humas bertugas mengambil foto dan video dari berbagai sudut lapangan, kemudian diseleksi, diedit, dan dipublikasikan untuk memastikan pesan anti-narkoba tersampaikan dengan jelas.

“Konten yang menarik dan visual yang jelas sangat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami bahaya narkoba,” ujarnya.

Eko Sumartono, Kepala Seksi P2M BNN Kabupaten Bogor, menambahkan bahwa visualisasi materi penyuluhan sangat penting. Tanpa dukungan visual, peserta hanya mengingat sebagian kecil informasi. Presentasi interaktif, video pendek, dan infografis edukatif meningkatkan daya ingat dan keterlibatan peserta.

Kerja sama antara tim Humas, divisi P2M, dan mahasiswa KKL Universitas Djuanda menjadi kunci keberhasilan penyuluhan.

Baca Juga: Usulan PPPK Paruh Waktu Ditolak Puluhan Ribu, BKN Paparkan 6 Masalah Utama

Tim P2M menyediakan materi edukasi, sementara Humas dan mahasiswa mengemasnya menjadi konten visual dan narasi yang menarik untuk disebarkan melalui media sosial. Strategi ini memperluas jangkauan edukasi dan menjangkau masyarakat yang tidak hadir secara langsung di kegiatan tatap muka.

BNNK Kabupaten Bogor berharap kolaborasi antara tim Humas, divisi P2M, dan mahasiswa KKL Universitas Djuanda dapat terus meningkatkan efektivitas edukasi anti-narkoba, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.***