POJOKSATU.ID - Saat ini, penipuan yang memanfaatkan skema bantuan sosial kembali marak.
Modus yang digunakan semakin canggih dan meyakinkan, membuat banyak orang terjebak, terutama mereka yang menantikan bantuan dari pemerintah.
Pelaku memanfaatkan berbagai platform, termasuk aplikasi pesan instan, untuk menjerat korbannya.
Penipu biasanya mengirimkan pesan yang mengklaim korban telah terpilih sebagai penerima dana bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sosial Tunai (BST), atau bantuan sejenis lainnya.
Baca Juga: Gempa Bumi 4,9 SR Guncang Pesisir Jawa, Guncangan Terasa Hingga Ibu Kota Jakarta!
Pesan tersebut sering kali disertai dengan nominal uang yang menggiurkan, seperti yang terlihat pada contoh, yaitu Rp 3.000.000.
Untuk meyakinkan korban, pesan tersebut seringkali mencantumkan nama program bantuan yang sah, seperti BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), atau BST (Bantuan Sosial Tunai).
Penipu juga membuat tampilan pesan menyerupai antarmuka aplikasi keuangan atau perbankan, lengkap dengan menu "Saldo Cair," "Tarik," dan "MyPoin."
Tampilan visual yang meyakinkan ini dirancang untuk membuat korban percaya bahwa mereka sedang melihat saldo di rekening mereka sendiri.
Baca Juga: Kemerdekaan Negara ASEAN yang Bisa Kamu Ketahui untuk Belajar!
Di akhir pesan, penipu akan menyertakan tautan atau URL yang harus diklik oleh korban untuk "mencairkan dana." Tautan ini adalah jebakan.
Begitu diklik, korban akan diarahkan ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), kata sandi, atau bahkan rincian kartu kredit.
Untuk menghindari jebakan penipuan seperti ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan beberapa langkah pencegahan seperti Verifikasi Informasi.
Jangan pernah langsung percaya pada pesan yang mengklaim Anda memenangkan undian atau menerima bantuan dalam jumlah besar.
Selalu verifikasi informasi tersebut melalui situs web resmi pemerintah atau kementerian terkait.
Waspadai tautan dengan alamat yang tidak biasa atau tidak jelas.
Tautan resmi dari pemerintah biasanya menggunakan domain ".go.id" atau domain lain yang terpercaya.
Tautan penipuan seringkali menggunakan kombinasi acak, seperti refffff.site.
Jika Anda menerima pesan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib atau blokir nomor tersebut. Dengan demikian, Anda dapat membantu mencegah orang lain menjadi korban.***
Baca Juga: Kemerdekaan Negara ASEAN yang Bisa Kamu Ketahui untuk Belajar!
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




