POJOKSATU.id — Ribuan mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025.
Kegiatan ini bukan hanya penyambutan maba, melainkan sarana menanamkan nilai dasar yang akan membekali mahasiswa dalam menapaki dunia akademik dan sosial.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (PUSPENMA) Kemenag, Ruchman Basori, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar hadir di kampus untuk kuliah.
Melainkan harus membangun karakter kepemimpinan, tradisi akademik, semangat organisasi, serta kepekaan sosial.
Baca Juga: Viral Guru Beban Negara, Menkeu Sri Mulyani Buka Suara : Video Itu Hasil Deepfake
Nilai-nilai inilah yang diharapkan bisa menjadi bekal mereka dalam berkontribusi bagi bangsa.
Ruchman menjelaskan empat pondasi kepemimpinan yang relevan untuk mahasiswa.
Antara lain mampu memberi pengaruh positif, membangun kolaborasi, menjadi katalisator sekaligus penyelesai konflik, serta memiliki komunikasi yang efektif.
"Ini adalah kunci agar mahasiswa bisa menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan negara," kata Ruchman.
Lebih jauh, petinggi Kemenag itu juga menekankan pentingnya tradisi akademik.
Baca Juga: PAHAMI! Ini Syarat Wajib Sekolah Swasta Agar Siswanya Bisa Nikmati Sekolah Gratis di Banten
Mahasiswa didorong untuk rajin membaca buku, mengikuti seminar, berdiskusi, serta membangun budaya berpikir kritis.
"Tradisi ini bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan cara membangun daya saing dan kapasitas keilmuan yang berkelanjutan," tuturnya.
Selain itu, mahasiswa diimbau untuk aktif di organisasi kemahasiswaan.
Bagi Kemenag, organisasi adalah ruang belajar nyata, tempat berlatih kepemimpinan, membangun jejaring, serta mengasah kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tantangan nyata di masyarakat.
Tak kalah penting, PBAK juga menekankan peran sosial mahasiswa.
"Mahasiswa tidak boleh hidup eksklusif di kampus, melainkan harus turun ke masyarakat, membawa semangat pengabdian, kepedulian, dan tanggung jawab sosial," ujarnya.
Kemenag juga membuka wawasan baru dengan mengingatkan pentingnya studi lanjut.
Melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), mahasiswa yang lulus S1 didorong untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri.
Sejak dini, mahasiswa diingatkan menyiapkan kemampuan bahasa asing dan bekal akademik agar mampu bersaing secara global.
Dengan menanamkan kepemimpinan, tradisi akademik, organisasi, dan peran sosial sejak awal, Kemenag berharap mahasiswa baru UIN Malang dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi di kampus, tetapi juga memberi pengaruh positif bagi bangsa dan dunia.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:




