POJOKSATU.id - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berlangsung dengan cara berbeda.

Bukan sekadar upacara atau pesta rakyat, melainkan melalui tasyakuran kebangsaan yang menghadirkan tokoh lintas iman, sivitas akademika, dan masyarakat untuk menyampaikan Deklarasi Ciputat untuk Harmoni Indonesia sebagai wujud komitmen menjaga persatuan, kerukunan, dan kepedulian lingkungan.

Baca Juga: Ada Miniatur Rumah Ibadah di Karnaval HUT RI ke 80, Warga Tersentuh Lihat Simbol Persatuan

Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, memimpin pembacaan deklarasi bersama Ketua Umum Matakin Xs. Ir. Budi Santoso Tanuwibowo (Khonghucu), Ketua STABN Sriwijaya Li. Edi Ramawijaya Putra (Buddha), Ketua STT Baptis Katwuri Gandi Wibowo (Kristen), serta Pengajar STAH Dharma Nusantara Made Wirawan (Hindu), dan menegaskan bahwa kebhinekaan adalah ruh bangsa yang harus terus dirawat bersama.

Lima Pesan Utama Deklarasi Ciputat
Deklarasi Kebangsaan yang lahir dari kebersamaan ini memuat lima pesan penting sebagai pedoman moral bangsa:

Baca Juga: MEMBANGGAKAN! Siswi MTsN 1 Tangsel Sabet Emas Taekwondo Internasional, Jadi Kado Manis di HUT RI ke-80

1. Indonesia sebagai rumah besar yang damai dan inklusif di mana semua warganya mendapat tempat yang sama.

2. Ekoteologi dalam kehidupan beragama sebagai wujud ibadah dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

3. Harmoni umat dan alam melalui keseimbangan relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan semesta.

Baca Juga: Rekomendasi Tablet Terbaik 2025 untuk Pelajar, Guru, dan Pekerja Kreatif

4. Moderasi beragama sebagai pilar persatuan untuk menghindari ekstremisme dan menjaga keberagaman tetap menjadi kekuatan.

5. Alam sebagai amanah Tuhan yang harus dijaga demi generasi sekarang dan masa depan.

Pesan Edukatif untuk Generasi Muda
Deklarasi Ciputat juga menjadi pengingat generasi muda bahwa cinta tanah air tidak hanya ditunjukkan lewat seremonial, tetapi dengan sikap nyata seperti menjaga kerukunan lintas iman, menghindari ujaran kebencian, dan peduli terhadap lingkungan, apalagi di tengah krisis iklim serta polarisasi sosial yang semakin nyata.

Baca Juga: Mahasiswa Asing Ikut Bacakan Puisi, Semarak HUT ke-80 RI di UB Jadi Momen Persahabatan Antarbangsa

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Refleksi Kemerdekaan
Tasyakuran HUT RI ke-80 di Ciputat mengajarkan bahwa kemerdekaan harus dimaknai dengan kesadaran spiritual dan kebangsaan, karena Indonesia hanya akan bertahan dan maju jika masyarakatnya memelihara kerukunan, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga momentum kemerdekaan bukan sekadar nostalgia, melainkan pijakan menuju Indonesia yang damai, rukun, dan berkelanjutan.***