POJOKSATU.id — Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Dede Hermawan, mengembangkan inovasi genteng berbahan alami seperti rumput dan sekam padi yang ringan, aman, dan ramah lingkungan.

Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi hunian di wilayah rawan bencana seperti Indonesia.

Genteng buatan Prof Dede memiliki berat hanya 0,25 kilogram per buah atau sekitar 4 kilogram per meter persegi.

Bobot yang jauh lebih ringan dibanding genteng konvensional dari bahan tambang, keramik, atau tanah liat ini membuatnya lebih aman bagi penghuni rumah ketika terjadi gempa.

Baca Juga: BMW X3 Dinobatkan SUV Terfavorit di GIIAS 2025, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

“Seperti kita ketahui, komponen rumah kebanyakan dari bahan-bahan tambang, keramik, dan tanah liat. Bahan-bahan ini berat dan bisa berbahaya ketika terjadi gempa. Karena itu, kami mencoba mengembangkan material yang lebih ringan, aman, dan bisa diperbarui,” jelas Prof Dede, putra daerah Kota Cianjur.

Meski terbuat dari rumput dan sekam, genteng ini memiliki keunggulan mampu kedap air dan berdaya tahan lama.

Saat ini, produk tersebut masih dalam tahap penyempurnaan sebelum diproduksi secara massal.

Prof Dede menekankan bahwa fokusnya bukan semata pada keuntungan, tetapi juga pada keselamatan manusia dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Buktikan Kemampuanmu! Kumpulan Soal PAI Kelas 7 Semester Ganjil Lengkap dengan Jawaban

Selain genteng, ia juga tengah meneliti kaca berbahan serat bambu dengan tingkat transparansi 30 persen.

Kaca ini memiliki corak kayu alami di dalam seratnya, memberikan nilai estetika sekaligus kekuatan yang baik.

“Kaca biasanya berasal dari bahan tambang yang tidak bisa diperbarui. Kaca kayu ini masih tahap penelitian, tapi punya kekuatan bagus dan estetika serat kayunya tetap terlihat,” tambahnya.

Inovasi genteng dan kaca kayu ini diharapkan mampu menjadi terobosan bagi hunian masa depan yang tidak hanya kuat, tetapi juga aman dan ramah lingkungan.***