POJOKSATU.id — Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) pertamanya di Malang pada 7 hingga 8 Agustus 2025.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus merumuskan arah strategis organisasi untuk memperjuangkan hak-hak dosen ASN di seluruh Indonesia.
Rakernas yang dihadiri lebih dari 180 peserta dari berbagai wilayah ini, dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Zudan dan menghasilkan enam kesepakatan strategis.
Mulai penguatan advokasi dan struktur kelembagaan nasional, pemerataan pembayaran Tukin bagi dosen ASN, dorongan kenaikan tunjangan fungsional yang stagnan sejak 2007.
Baca Juga: Jadwal dan Mekanisme Pengusulan PPPK Paruh Waktu 2025, Peluang Emas bagi Guru dan Pegawai non ASN
Pembayaran rapelan Tukin 2020–2024, penguatan jenjang karier dosen PPPK, hingga pembaruan sistem SKP yang lebih adil dan terintegrasi.
Kolaborasi Pemerintah dan ADAKSI untuk Penguatan Dosen ASN
Prof Zudan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi seperti ADAKSI agar kebijakan yang dibuat benar-benar bermanfaat bagi dosen ASN, bukan hanya adil di atas kertas.
“Pemerintah dan organisasi profesi seperti ADAKSI harus berjalan beriringan. Kolaborasi adalah kunci untuk memastikan kebijakan yang lahir tidak hanya adil di atas kertas, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para dosen ASN di lapangan,” ujarnya.
Baca Juga: FH UNNES Kirim Ratusan Mahasiswa ke USN Kolaka untuk Program PMM
Ia juga menegaskan komitmen BKN untuk memperkuat sistem kepegawaian dosen ASN, terutama dengan penyempurnaan mekanisme Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang lebih objektif.
“Kami membuka ruang diskusi konstruktif antara BKN, kementerian terkait, dan ADAKSI agar regulasi yang dibuat semakin matang dan berpihak pada dosen,” tambah Prof. Zudan.
Fokus RAKERNAS: Tunjangan, Karier, dan Sistem Penilaian
Ketua RAKERNAS ADAKSI 2025, Rio Kurniawan, menyebut forum ini sebagai momen strategis yang menentukan arah perjuangan dosen ASN selama satu tahun ke depan.
“RAKERNAS ini adalah forum strategis untuk mempertegas agenda perjuangan, menyusun arah gerak organisasi, dan merumuskan program kerja yang adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil nyata,” tegas Rio.
Agenda utama adalah kenaikan tunjangan fungsional yang sudah stagnan selama 18 tahun, pembayaran rapelan tunjangan kinerja (tukin) 2020–2024.
Mereka juga membahas konsep 'Tukin for All' agar seluruh dosen ASN mendapat hak yang adil, termasuk yang bertugas di PTN BH dan PTN BLU.
Rio juga menyoroti penguatan karier dosen PPPK dan akses melanjutkan studi S3 sebagai bagian penting pengembangan profesional.
Baca Juga: FAKTA SAINS: Pernah Dengar Efek Mpemba? Rahasia Air Panas Membeku Lebih Cepat dari Air Dingin
“Perjuangan ini bukan sekadar persoalan finansial, tetapi pengakuan negara atas peran vital dosen dalam mencetak generasi unggul Indonesia Emas 2045,” ujarnya penuh keyakinan.
Perjuangan Dosen ASN: Martabat dan Masa Depan Pendidikan Tinggi
Menutup acara, Rio menyampaikan harapannya agar RAKERNAS ADAKSI 2025 menghasilkan keputusan kolektif yang kokoh serta gagasan solutif demi terwujudnya gerakan dosen ASN yang solid dan berdaulat.
Prof Zudan turut berharap langkah ini menjadi awal kolaborasi yang semakin solid antara ADAKSI dan pemerintah dalam memperjuangkan pendidikan tinggi yang adil, bermartabat, dan berpihak pada kesejahteraan dosen ASN di seluruh Indonesia.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:



