POJOKSATU.id, DERET Fibonacci merupakan rangkaian angka di mana setiap angka adalah hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. Dimulai dari angka 0 dan 1, deret ini melanjutkan pola 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dan seterusnya.

Pola ini pertama kali diperkenalkan oleh matematikawan Italia, Leonardo Fibonacci, pada abad ke-13 dan telah menjadi salah satu pola matematika paling terkenal dan menarik perhatian dunia.

Keistimewaan deret Fibonacci bukan hanya dari kesederhanaan polanya, tetapi juga dari hubungan eratnya dengan rasio emas, yaitu angka sekira 1,618 yang disimbolkan dengan huruf Yunani φ (phi).

Baca Juga: Berani Uji Ilmu? 10 Contoh Soal Akidah Akhlak Kelas 10 yang Bikin Kamu Mikir Keras

Rasio ini muncul ketika kita membagi dua angka berurutan dalam deret Fibonacci dan menjadi simbol keindahan serta keseimbangan yang kerap muncul dalam seni, arsitektur, dan alam.

Banyak struktur alami yang secara tidak sengaja namun harmonis mengikuti pola ini.

Salah satu contoh paling nyata adalah bunga matahari. Biji-biji pada bunga matahari tersusun dalam dua pola spiral yang berlawanan arah, dan jumlah spiral tersebut biasanya berupa angka Fibonacci.

Baca Juga: MASIH DIBUKA! Program Beasiswa Sinar Mas untuk Jurusan Agronomi dan Mill Tahun 2025

Pola ini memungkinkan biji tertata secara efisien dalam ruang yang terbatas, memaksimalkan penggunaan ruang dan sumber daya.

Tak hanya bunga matahari, pola Fibonacci juga tampak jelas pada cangkang siput dan nautilus yang tumbuh mengikuti spiral logaritmik, serta kulit nanas dan buah pinus yang memperlihatkan jumlah barisan sisik sesuai angka Fibonacci.

Lebih jauh, deret Fibonacci juga terlihat dalam jumlah kelopak bunga. Contohnya, bunga lili memiliki tiga kelopak, buttercup lima kelopak, dan daisy memiliki 21 atau 34 kelopak, semuanya angka yang termasuk dalam deret Fibonacci.

Baca Juga: Perang Padri, Dari Pergulatan Adat dan Agama Hingga Jejak Kolonial

Daun tanaman juga tumbuh pada sudut tertentu yang dikenal sebagai sudut emas, sekitar 137,5 derajat, untuk mengoptimalkan penyerapan cahaya dan ruang di sekitar.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Fenomena ini menunjukkan bahwa alam bekerja dengan prinsip matematika yang teratur dan efisien, dan deret Fibonacci adalah salah satu contoh paling nyata bahwa matematika bukan hanya teori abstrak, melainkan bahasa universal yang menjelaskan keindahan dan keteraturan di dunia nyata. ***