POJOKSATU.ID - Pada Jumat 8 Agustus 2025, aula Kementerian Sosial RI menjadi saksi momen bersejarah. Sebanyak 1.554 guru Sekolah Rakyat resmi dilantik oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul.
Mereka akan mengabdi di Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin di Indonesia.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Tapi bukti bahwa negara hadir bagi anak-anak yang selama ini tertinggal karena kemiskinan.
Para guru tersebut diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara melalui skema PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Tinggal Pilih, Lanjut ke Kampus atau Dunia Kerja
Tugas mereka tak hanya mengajar. Para guru akan tinggal di asrama dan menjadi pendamping hidup anak-anak. Mereka menjadi pengganti orang tua, sekaligus agen perubahan sosial.
"Guru-guru ini akan tinggal bersama anak-anak. Mereka tidak hanya mendidik, tapi juga membentuk karakter, mendampingi, dan mengasuh," ujar Gus Ipul saat pelantikan.
Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Kementerian Sosial RI.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga dalam kategori Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok miskin dan sangat miskin.
Berdasarkan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN), mereka adalah kelompok yang selama ini nyaris luput dari pendidikan bermutu.
Sekolah Rakyat memberikan pendidikan dasar dan menengah dengan sistem berasrama secara gratis.
Program ini fokus pada pembentukan karakter, kemandirian, serta keterampilan hidup. Semua biaya ditanggung oleh negara agar anak-anak bisa belajar tanpa beban ekonomi.
Ribuan guru yang dilantik merupakan hasil rekrutmen terbuka beberapa bulan sebelumnya.
Proses seleksi dilakukan transparan tanpa pungutan, mengutamakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Mereka yang lolos seleksi ASN PPPK 2024 kini mendapat amanah langsung dari negara. Mereka ditugaskan ke lapangan dengan tantangan sosial yang nyata dan kompleks.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyampaikan bahwa pengangkatan guru ini adalah hasil sinergi antar lembaga.
Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, PANRB, dan BKN terlibat langsung dalam proses tersebut.
"Ini bagian dari strategi nasional menanggulangi kemiskinan ekstrem lewat pendidikan jangka panjang," ujar Robben Rico. Prosesnya cepat dan diarahkan langsung oleh Presiden.
Pada tahap awal, para guru akan ditugaskan di 100 unit Sekolah Rakyat yang sedang dan telah dibangun di seluruh Indonesia. Prioritas penempatan berada di wilayah dengan kantong kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Kaum Tani Bangkit Melawan! BTI dan Warisan-Warisannya
Di sekolah-sekolah ini, guru bukan hanya mengajar, tetapi menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Mereka membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.
Gus Ipul tidak memberi janji muluk. Ia hanya menyampaikan satu kepastian. "Negara hadir. Kini hadir melalui para guru yang akan tinggal bersama anak-anak."
Guru-guru ini menjadi harapan baru. Mereka mendampingi anak-anak bukan hanya untuk lulus sekolah, tetapi untuk hidup lebih mandiri, bermartabat, dan merdeka.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:



