POJOKSATU.id — Guru PAUD di Kabupaten Lumajang kini mulai bergerak ke arah perubahan besar dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Tidak lagi terpaku pada metode konvensional, mereka kini dibekali pendekatan baru yang lebih bermakna: pembelajaran mendalam atau deep learning.

Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menegaskan bahwa pendidikan PAUD hari ini harus menyentuh lebih dari sekadar penyampaian materi.

Guru tidak cukup hanya mengajar.

Mereka harus mampu membentuk karakter, cara berpikir, dan sikap anak-anak sejak usia dini.

Baca Juga: GURU Non ASN Wajib Tahu! Bantuan Insentif Tidak Bisa Dicairkan Jika SP2D Belum Terbit, Segera Cek Info GTK!

“Pembelajaran mendalam menekankan pentingnya proses, bukan hanya hasil.
Guru harus jadi fasilitator yang membangkitkan rasa ingin tahu anak, bukan sekadar menyampaikan materi,” ujar Rahayu saat membuka kegiatan pembinaan guru PAUD di Graha Nagara Bhakti, Kantor BKD Lumajang, Selasa (5/8/2025).

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan digital, Rahayu menekankan bahwa tantangan guru PAUD semakin besar.

Anak-anak perlu disiapkan menjadi generasi emas, bukan hanya cerdas secara akademis, tapi juga kuat secara emosional, sosial, dan spiritual.

Karena itulah, pendekatan pembelajaran mendalam dianggap sebagai solusi tepat.

Dalam metode ini, anak diajak berpikir kritis, memahami sebab-akibat, mengeksplorasi lingkungan sekitar, dan dilatih untuk mengambil keputusan sejak dini.

Baca Juga: BAPAK Ibu Guru Non ASN Segera Persiapkan 5 Dokumen Ini untuk Proses Pencairan Bantuan Insentif!

Nilai-nilai kehidupan ditanamkan melalui proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan relevan dengan dunia anak.

Bagi para guru, tentu ini bukan hal instan.

Mereka dituntut untuk membuat perencanaan yang reflektif, melakukan evaluasi yang berbasis pengamatan menyeluruh, dan menjalin komunikasi yang erat dengan orang tua.

Maka dari itu, dalam pembinaan kali ini, guru tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik nyata, diskusi kasus, dan simulasi kelas.

Materi disampaikan langsung oleh para narasumber berpengalaman di bidang PAUD dan pengembangan kurikulum.

Tujuannya sederhana namun mendalam: membuat guru kembali ke sekolah dengan semangat baru, siap menerapkan pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.

Baca Juga: Anak Cerdas, Sehat, dan Bermoral? Mulainya dari PAUD, Ini Bukti Nyatanya di Pontianak Menjadikan Fondasi Utama Anak Belajar

Sekretaris Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Wiwit Widianingsih, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendampingi guru melalui pelatihan berbasis praktik.

“Anak-anak butuh pendidikan yang hidup, bukan yang monoton,” tegas Wiwit.

Ke depan, Yayasan Dharma Wanita berkomitmen untuk terus membangun ekosistem belajar yang berpihak pada anak, melibatkan semua pihak mulai dari guru, kepala sekolah, hingga orang tua. Karena mencetak generasi emas tak bisa dilakukan sendirian.

Harus kolaboratif dan menyentuh hati.***