POJOKSATU.ID - Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kemendikdasmen kini memegang peran penting dalam menyiapkan guru profesional yang memiliki kompetensi menyeluruh untuk mendidik semua murid, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Melalui transformasi program PPG, nilai-nilai inklusivitas diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembelajaran.
Setiap mata kuliah, praktik mengajar, dan interaksi akademik dirancang untuk menjadi ruang yang ramah terhadap keberagaman.
Direktur PPG Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, menjelaskan bahwa peran strategis ini adalah perwujudan dari visi kementerian untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua.
Baca Juga: Kemendikdasmen Berikan Materi Khusus tentang Keberagaman dan Cara Mengajar di Program PPG!
Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan merata.
Dalam sebuah webinar, Profesor Danielle Tracey dari Western Sydney University, Australia, membagikan pengalamannya tentang bagaimana membangun sistem pendidikan guru yang berorientasi pada inklusi.
Ia menekankan bahwa pendidikan inklusif adalah fondasi dari sistem pembelajaran yang adil dan merata.
Menurutnya, calon guru harus menguasai konsep ini agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua murid, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Baca Juga: Gagal Masuk Info GTK untuk Cek Bantuan Insentif? Guru Bisa Coba Cara Lain Ini1
Lebih lanjut, Profesor Tracey menguraikan beberapa pendekatan untuk membangun pendidikan inklusif.
Pendekatan ini mencakup pergeseran dari model medis ke model sosial yang mengedepankan prinsip kesetaraan, penerapan Universal Design for Learning (UDL), fokus pada murid sebagai individu bukan pada jenis disabilitasnya, serta mengutamakan pendekatan berbasis kekuatan.
Profesor Tracey menjelaskan bahwa dengan memahami prinsip-prinsip ini, guru dapat merancang pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman murid.
Ia menekankan bahwa pendekatan ini bukan hanya soal rasa empati, melainkan juga keterampilan profesional dalam mengidentifikasi kebutuhan, merancang strategi yang tepat, dan berkolaborasi dengan pihak terkait.
Pendidikan inklusif, menurutnya, akan memperkuat peran guru sebagai agen perubahan sosial yang mendorong partisipasi aktif dan kesetaraan kesempatan bagi semua anak di sekolah.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




