POJOKSATU.ID - Pada Juli 2025 Research Integrity Risk Index yang dikembangkan Profesor Lokman Meho dari Universitas Amerika di Beirut merilis daftar peringkat universitas dunia dengan tingkat risiko institusional dalam integritas penelitian.
Ada sebanyak 1.500 universitas di dunia yang ditetili dalam tingkat risiko institusional dalam integritas penelitian.
Dan sebanyak 13 kampus di Indonesia masuk dalam daftar riset dengan integritas diragukan.
Dari 13 kampus di Indonesia yang disebutkan, beberapa diantaranya kerap menjadi rujukan calon mahasiswa baru untuk berkuliah. Dua diantaranya adalah Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah angkat bicara terkait masuknya UI dalam daftar 13 kampus yang integritas ilmiahnya diragukan dalam Research Integrity Risk Index 2024.
Menurut Heri, UI saat ini hanya masuk dalam daftar pemantauan atau watch list karena adanya jurnal yang tadinya terindeks menjadi tidak terindeks.
"Kami ini kan ada di 200-an lebih universitas masuk kategorinya, artinya watch list. Watch list ini kan kategorinya misal tadi ada pernah publikasi, kemudian ada jurnalnya yang dulunya masuk terindeks, kemudian menjadi tidak terindeks," kata Heri, dikutip Senin (4/8/2025).
Dijelaskan Heri, meski UI masuk dalah daftar watchlist Research Integrity Risk Index 2024 bukan berarti publikasi yang dilakukan UI buruk.
Tetapi hanya karena jurnal tersebut awalnya terindeks menjadi tidak terindeks.
"Ini kan bukan berarti publikasinya tidak bagus, tapi itu kan jurnalnya yang tadinya terindeks kemudian tidak terindeks," ujarnya.
Heri menilai seharusnya yang lebih diperhatikan adalah perguruan tinggi yang mendapatkan tanda red flag dari Research Integrity Risk Index 2024.
Meski demikian, data dari Research Integrity Risk Index 2024 akan tetap dijadikan bahan evaluasi dan peningkatan kualitas penelitian di UI.
Diketahui ada beberapa kampus di Indonesia yang mendapat tanda red flag dari Research Integrity Risk Index 2024, salah satunya Universitas Sumatera Utara (USU).
Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menjelaskan, sebenarnya saat ini riset kampus di Indonesia belum bisa dibandingkan dengan riset-riset yang dilakukan di negara maju.
Sehingga ada perbedaan platform tempat publikasi antara kampus Indonesia dan negara maju.
Hal itu, menurut Tata, menyebabkan hasil riset yang ada di ITB justru masuk daftar pemantauan atau watch list dalam Research Integrity Risk Index 2024.
"Kalau dibandingkan dengan negara maju yang ekosistemnya berbeda, ya memang kita enggak bisa bandingkan," kata Tata.
Lebih lanjut Tata mengungkapkan, jika banyak penulis pemula yang muncul dan jurnalnya berbeda liganya dengan negara maju, dan hal itu dianggap beresiko.
"Kalau kita itu kan banyak penulis-penulis pemula yang muncul di jurnal-jurnal yang beda liganya dengan yang di negara maju. Nah itu kemudian dianggap berisiko gitu," lanjut dia.
Baca Juga: Gotong Royong Bukan Sekadar Tradisi, Warga Cipadung Kidul Buktikan Bandung Bisa Bergerak Bareng!
Ditegaskan Tata, jika ITB masuk dalam daftar 13 kampus dengan integritas diragukan bukan berarti hasil penelitian yang dilakukan jelek.
Ada 5 tingkat penilaian yang diberikan pada universitas tersebut, yaitu Risiko Rendah (Risiko Rendah), Variasi Normal (Variasi Normal), Daftar Pengawasan (Dalam Pemantauan), Risiko Tinggi (berisiko tinggi), dan Bendera Merah (buruk).
Berikut 13 universitas yang hasil riset ilmiahnya masih diragukan:
Baca Juga: Fakta Bahasa : Dua Hari yang Lalu Punya Sebutan Sendiri, Bukan ‘Kemarin Lusa’, Loh!
1. Binus University - peringkat 11 (Red Flag)
2. Universitas Airlangga - peringkat 40 (Red Flag)
3. Universitas Sumatera Utara - peringkat 49 (Red Flag)
4. Universitas Hasanuddin - peringkat 69 (Red Flag)
5. Universitas Sebelas Maret - peringkat 86 (Red Flag)
6. Universitas Diponegoro - peringkat 152 (High Risk)
7. Universitas Brawijaya - peringkat 155 (High Risk)
8. Universitas Padjadjaran - peringkat 177 (High Risk)
Baca Juga: Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi pada 23 Agustus 2025, Cek Nama Anda Sekarang Sebelum Penyaluran Ditutup
9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember - peringkat 233 (Watch List)
10. Universitas Indonesia - peringkat 266 (Watch List)
11. Institut Teknologi Bandung - peringkat 354 (Watch List)
12. Institut Pertanian Bogor - peringkat 358 (Watch List)
13. Universitas Gadjah Mada - peringkat 363 (Watch List)
Baca Juga: Tidak Semua Guru Non ASN Dapat Insentif, Cek Syarat yang Ditetapkan, Apakah Kamu Masuk Kriteria?
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Demikian daftar universitas yang hasil riset ilmiahnya masih diragukan berdasarkan Research Integrity Risk Index 2024. ***




