POJOKSATU.ID - Kabar beredar akan banyaknya guru sekolah rakyat yang mengundurkan diri oleh kemensos.
Sebanyak 143 guru Sekolah Rakyat yang telah dinyatakan lolos seleksi memutuskan untuk tidak melanjutkan tugas.
Alasan di balik pengunduran diri ini beragam, dan Kementerian Sosial memastikan bahwa meskipun ada guru yang mundur, proses pembelajaran tetap berjalan lancar.
Salah satu alasan utama para guru ini tidak memenuhi panggilan tugas adalah faktor penempatan.
Baca Juga: 143 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri? Padahal Sudah Masuk Pembelajaran Tahun Ajaran Baru!
Banyak dari mereka ditempatkan di lokasi yang jauh dari domisili asal.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena mekanisme optimalisasi penempatan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Jika suatu formasi guru di suatu daerah kosong, maka calon guru dari daerah terdekat dengan mata pelajaran yang sama akan ditempatkan di sana.
Ini membuat banyak guru harus ditempatkan di luar daerah asalnya, yang mungkin menjadi pertimbangan berat bagi mereka.
Baca Juga: Kamu Mau Mengajar di Luar Negeri? Simak Ini, Seleksi Pengajar BIPA 2025 Resmi Dibuka!
Meskipun pengunduran diri ini terjadi, Kementerian Sosial tetap menghargai keputusan para guru tersebut.
Pihak kementerian menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada BKN, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas mekanisme penempatan.
Meskipun adanya pengunduran diri, proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat tidak terganggu.
Sebanyak 143 posisi yang kosong telah segera diisi oleh guru pengganti.
Selain itu, sebagian besar guru yang mengundurkan diri berasal dari 23 titik Sekolah Rakyat yang belum beroperasi.
Sehingga tidak memengaruhi kegiatan belajar-mengajar, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), maupun matrikulasi.***
Baca Juga: 143 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri? Padahal Sudah Masuk Pembelajaran Tahun Ajaran Baru!
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




