POJOKSATU.id — Ribuan mahasantri dari 315 perguruan tinggi berbasis pesantren berkumpul di Jakarta Selatan untuk mengikuti Muktamar ke-5 Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia yang digelar di Pesantren Darunnajah pada 1–3 Agustus 2025.
Mengangkat tema "Revitalisasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa", forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah strategis bagi para mahasantri untuk menyelaraskan visi, keterampilan, dan kepemimpinan mereka dengan tantangan zaman.
#Berikut 5 nilai strategis yang ditekankan dalam muktamar ini:
1. Santri Harus Melek Digital dan Literasi Informasi
Presidium Nasional BEM Pesantren, Muhammad Naqib Abdullah, menekankan pentingnya literasi digital.
Mahasantri harus mampu membedakan informasi faktual dan hoaks, serta aktif dalam ruang digital sebagai bagian dari dakwah intelektual.
Baca Juga: Darunnajah Diserbu Ribuan Santri! Apa yang Dibahas dalam Muktamar BEM Pesantren ke-5?
2. Pesantren sebagai Pusat Gerakan Intelektual
Naqib menyatakan bahwa pesantren kini tak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi telah menjadi pusat pemberdayaan generasi muda Islam, rumah kaderisasi pemimpin, dan penggerak perubahan.
3. Penguatan Jejaring Pesantren Nasional
Kegiatan nasional seperti Muktamar, Mukernass, dan Silatnas menjadi agenda wajib BEM Pesantren sebagai media mempererat jejaring antar-perguruan tinggi keislaman.
Baca Juga: Bantuan PKH Juli—September 2025 Sudah Cair! Jangan Sampai Salah, Begini Proses Pencairannya
Naqib juga mengajak pesantren yang belum tergabung untuk ikut bergabung dan didata secara nasional.
4. Kemandirian dan Adaptasi terhadap Zaman
Dalam pembukaan muktamar, Menko PMK Gus Muhaimin berpesan agar santri terus menggali potensi, memperkuat daya saing, dan bersikap adaptif terhadap tantangan global, tanpa meninggalkan akar budaya pesantren.
5. Regenerasi Kepemimpinan Mahasantri
Salah satu agenda utama muktamar adalah pemilihan Presidium Nasional BEM Pesantren yang baru.
Baca Juga: Motif Pelaku Pembunuhan Siswi SMAN 1 Natal Madina, Cuma Ingin Curi Sepeda Motor Korban?
Diharapkan, terpilih pemimpin muda yang mampu membawa nilai-nilai pesantren dalam menjawab dinamika zaman modern dan pembangunan bangsa.
Muktamar BEM Pesantren ke-5 di Darunnajah bukan hanya ajang tahunan, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi mahasantri sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia yang adil, cerdas, dan beradab.***




